BATU NISAN

Baca: 2 KORINTUS 4:1-12


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 3-5

F.N. 12 Mei 1820 -13 Agustus 1910. Hanya itu tulisan di batu nisan Florence Nightingale! Perempuan dengan peran dan jasa serta pengabdian tanpa batas bagi kemanusiaan-khususnya bidang keperawatan. Sepulang dari pelayanannya merawat korban perang dan tentara di medan tempur pada usia ke-37, ia lebih banyak berkarya di tempat tidur-karena kelemahan fisiknya. Banyak tulisan dan pemikirannya berhasil mendidik masyarakat dan membuahkan kebijakan pemerintah termasuk pendirian sekolah perawat pertama yang menginspirasi dunia. Padahal itu hasil karya di atas ranjang-hingga usianya yang ke-90!

Betapa besar sumbangsih Paulus bagi dunia melalui pewartaan Injil-baik secara langsung maupun melalui tulisan. Dalam surat 2 Korintus terungkap keyakinannya akan betapa mulia pesan dari pewartaan yang diemban dan dilaksanakannya seoptimal mungkin itu (ay. 4-6). Serentak diiringi kesadaran, itu dikerjakannya dalam keterbatasan, terpaan badai derita, dan kelemahan fisik yang menyertainya seumur hidup-bagai harta tapi dalam bejana tanah liat-supaya Tuhan yang dimuliakan, bukan dirinya (ay. 7-11 bdk. 2Kor 12:7-9).

Apakah kelemahan fisik, kecacatan, kritikan pedas, kesulitan, kegagalan, dan kekalahan adalah penghambat kemajuan kita? Memalukan dan membuat pekerjaan kita tidak efektif? Belum tentu. Bukan mustahil yang terjadi sebaliknya! Kondisi tak ramah justru menghindarkan kita dari hambatan terbesar: kecongkakan dan pemuliaan diri sendiri. Teruslah menggeliat dan berkarya dengan rendah hati. Pada gilirannya Tuhan pasti memberkati dan memakai hasil karya kita untuk kemuliaan-Nya. --PAD/www.renunganharian.net


KESUKARAN MENGIKIS KEANGKUHAN YANG MENGHALANGI KITA UNTUK HIDUP EFEKTIF DAN MEMULIAKAN TUHAN.


Navigation

Change Language

Social Media