BERBUAT BENAR, BERLAKU ADIL

Baca: Amos 5:1-27


Bacaan tahunan: Pengkhotbah 5-8

Amat disayangkan ada orang Kristen yang menganggap bahwa iman kekristenannya hanya ada pada tataran ibadah personalnya kepada Tuhan saja, tetapi menutup mata pada kenyataan yang ada di sekitarnya.

Amos, pada bagian akhir kitabnya ini, menyampaikan suara kenabiannya kepada bangsa Israel. Ada sesuatu yang bertentangan dalam praktik hidup bangsa Israel pada saat itu. Praktik kesalehan pribadi lewat bentuk peribadahan dijalankan, bahkan dikatakan dalam ayat 18, bangsa itu memiliki pengharapan akan kedatangan Tuhan yang membebaskan, tetapi perbuatan mereka tidak mendukung praktik kesalehan ini. Perbuatan mereka justru bertentangan dengan kehendak Tuhan, yaitu melakukan ketidakadilan dan berbuat ketidakbenaran (ay. 7, 10-12). Tuhan Allah tidak suka akan praktik kesalehan orang Israel yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya (ay. 21-23). Dia menghendaki agar bangsa itu mencari Diri-Nya, melakukan kebaikan, menegakkan keadilan dan membenci yang jahat (ay. 14-15, 24). Bila tidak, maka penghukuman akan berlaku di dalam kehidupan bangsa itu.

Jangan kira praktik kesalehan pribadi sudah cukup, lalu merasa tidak perlu lagi melakukan hal yang juga prinsip menurut kehendak Tuhan. Jangan kira Tuhan senang akan segala praktik kesalehan pribadi kita, sementara perbuatan kita adalah kejahatan, ketidakbenaran dan ketidakadilan. Amos mengingatkan dengan keras, "Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu" (ay. 21). Mari kita menjadi agen kebaikan, berani menegakkan kebenaran dan keadilan, serta membenci segala perbuatan jahat. --AAS/www.renunganharian.net


PRAKTIK KESALEHAN PRIBADI PENTING. BERBUAT BAIK, MELAKUKAN KEBENARAN, MENEGAKKAN KEADILAN DAN MEMBENCI KEJAHATAN JUGA PENTING.


Navigation

Change Language

Social Media