Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: YEHEZKIEL 3:16-21
Bacaan tahunan: Bilangan 23-25
Mendapat teguran dari salah satu murid Sekolah Minggu, itulah yang saya alami saat mengajar. Saya berterima kasih karena murid ini tidak sungkan menegur, membuat saya sadar dan berubah. Di kesempatan berbeda, saya tahu seorang pendeta melakukan satu kejahatan. Saya diam dengan dalih sungkan. Saya merasa pendeta ini tahu banyak firman Tuhan, biarlah orang lain saja yang menegur, saya merasa tidak sopan kalau menegur dosanya.
Sungkan adalah campuran dari rasa segan, enggan, malu, dan hormat. Sebagai bagian dari sopan santun, bagus kalau kita sungkan. Namun, jangan jadikan sungkan sebagai dalih kita tidak memperingatkan dosa saudara seiman, bahkan pemimpin rohani kita sekali pun, karena dia pun manusia sama seperti kita yang bisa jatuh dalam dosa. Yehezkiel dipanggil Tuhan sebagai penjaga Israel. Salah satu tugasnya adalah Yehezkiel harus memperingatkan orang Israel yang berbuat jahat (ay. 17). Jika Yehezkiel sudah memperingatkan orang jahat itu, dan dia tidak berbalik dari kejahatannya, Yehezkiel menyelamatkan dirinya sendiri. Sebaliknya, kalau Yehezkiel tidak mau memperingatkannya, lalu orang itu mati dalam dosanya, Tuhan menuntut pertanggungjawaban nyawa orang itu dari Yehezkiel (ay. 19-20).
Pada praktiknya tidak mudah menegur dosa seseorang, tetapi mari lakukan apa yang Tuhan perintahkan. Tegurlah dengan penuh kasih tanpa mempermalukan dia di depan umum. Jangan sungkan menegur dosa orang yang kita kasihi agar dia sadar dan bertobat, serta tidak celaka karena dosanya. --RTG/www.renunganharian.net
MEMPERINGATKAN ORANG YANG BERBUAT DOSA BUKANLAH JAHAT, MELAINKAN KEHARUSAN AGAR ORANG ITU SADAR DAN BERTOBAT.
Please sign-in/login using: