BUKAN BERTEMU HANTU

Baca: LUKAS 24:36-49


Bacaan tahunan: 1 Samuel 22-24

Pada Oktober 2019, sebuah peristiwa di Tuban, Jawa Timur viral di media sosial. Sekitar tujuh jam setelah pemakaman seorang pria yang meninggal karena kecelakaan, ia kembali ke rumahnya. Keluarganya dan warga sekitar ketakutan. Awalnya, mereka mengira melihat hantunya. Setelah diselidiki, ternyata ada kesalahan identifikasi terhadap jenazah almarhum. Kecelakaan yang parah membuat mereka tidak dapat mengenali korban. Jadi, mereka menyimpulkannya berdasarkan identitas kepemilikan motor yang dipakainya. Rupanya, beberapa waktu sebelum kecelakaan itu, si pemilik motor telah menggadaikan kendaraan tersebut kepada orang lain.

Ketika seseorang meninggal dan telah dimakamkan, tentunya kita sadar bahwa kita tidak mungkin lagi bertemu secara fisik dengan orang tersebut di dunia nyata. Hidupnya di dunia ini telah berakhir. Demikian juga dengan murid-murid Yesus. Mereka mengerti betapa beratnya siksaan sepanjang proses penyaliban-Nya. Mereka melihat-Nya mati dan dikuburkan. Lalu tiga hari kemudian, ketika Kristus menampakkan diri-Nya, mereka ketakutan. Mereka berpikir sedang melihat hantu.

Karena itulah Yesus meminta mereka meraba tangan dan kaki-Nya. Dia juga makan di depan mereka. Dia menegaskan bahwa Dia benar-benar telah bangkit dari kematian. Dia menjelaskan nubuatan-nubuatan Kitab Suci tentang tujuan penderitaan-Nya, yaitu agar tersedia pengampunan dosa bagi semua orang (ay. 47). Ketika kita memahaminya seperti para murid maka kita pun memiliki berita untuk dibagikan kepada dunia. --HT/www.renunganharian.net


MEMAHAMI MAKNA DAN TUJUAN PENDERITAAN KRISTUS MEMAMPUKAN KITA MENJADI SAKSI YANG SIAP DIA UTUS.


Navigation

Change Language

Social Media