DARI LEMBAH KWAI

Baca: Filipi 2:1-11


Bacaan tahunan: Kejadian 31-33

Through the Valley of the Kwai adalah autobiografi Ernest Gordon yang terbit tahun 1995. Dalam buku ini ia mengisahkan para prajurit Amerika yang ditangkap oleh tentara Jepang dan dipekerjakan di kamp khusus untuk membangun jalur kereta api Burma pada Perang Dunia II. Mereka disiksa dan dibiarkan kelaparan. Mereka diubah menjadi seperti binatang, saling cakar dan berkelahi serta saling berebut makanan. Ketika keadaan makin memburuk, mereka membaca Perjanjian Baru. Kemudian mereka bertobat dan menyerahkan hidup kepada Kristus. Komunitas itu berubah menjadi komunitas penuh kasih, saling memedulikan dan memperhatikan. Kasih dan dukungan ini membuat mereka lebih kuat, bahkan sebagian dari mereka dapat bertahan hingga masa penahanan berakhir. Kisah inspiratif ini kemudian diadaptasi menjadi film berjudul To End All Wars (2001).

Kepada jemaat di Filipi, Paulus menjelaskan tentang tindakan Kristus yang tidak mempertahankan keilahian-Nya, melainkan rela menjadi manusia dan mati di kayu salib demi menyelamatkan orang berdosa. Dia mengosongkan diri-Nya, mengesampingkan status dan posisi-Nya yang mulia. Dia menganggap orang lain lebih penting dibanding kenyamanan diri-Nya. Dia rela mati supaya manusia berdosa diselamatkan.

Inilah patron yang diminta Paulus untuk kita ikuti, khususnya dalam kehidupan bersama sebagai umat Tuhan. Yesus menjadi teladan sempurna bagi kita. Kiranya kita tekun mengikuti jejak-Nya, yang terhampar dengan jelas di hadapan kita. --HT/www.renunganharian.net


KETIKA HATI KITA TELAH DIJAMAH OLEH KRISTUS, KITA AKAN MENGIKUTI TELADAN-NYA, TERMASUK DALAM HAL BAGAIMANA MEMPERLAKUKAN ORANG LAIN.


Navigation

Change Language

Social Media