DOA PENGAMPUNAN DARI YESUS

Baca: LUKAS 23:33-43


Bacaan tahunan: 1 Samuel 9-12

Kapan terakhir kali Anda mengucapkan pengampunan atas perbuatan orang lain yang membuat hati Anda terluka? Dalam situasi apakah pengampunan itu Anda ucapkan? Apakah saat itu Anda memberikan pengampunan dengan sungguh-sungguh, seraya menyerahkan hak untuk membalas kepada Allah? Berdasarkan pengalaman pribadi saya terkait mengampuni orang lain, bukanlah perkara yang mudah untuk mengampuni orang lain. Beberapa orang bahkan membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun sebelum dapat mengampuni dengan sungguh-sungguh.

Doa pengampunan Yesus ucapkan saat tergantung di kayu salib. Menuliskan kisah pengampunan Yesus itu jauh lebih mudah daripada ketika pengampunan itu menjadi pengalaman pribadi. Merenungkan permohonan Yesus kepada Bapa sungguh terasa menggetarkan hati, karena Yesus mencoba "melunakkan hati Bapa-Nya" terhadap orang-orang yang telah menyalibkan Yesus, sebagai Putra Tunggal Allah. Bagi sebagian orang, tindakan Yesus ini sukar untuk dipahami, tetapi inilah yang hendak Yesus teladankan untuk diikuti oleh para murid-Nya, termasuk bagi kita yang percaya kepada-Nya.

Seseorang pernah berkata, "Membalas itu manusiawi, tetapi mengampuni itu Ilahi." Memang sifat dosa membuat kecenderungan menuntut balas itu ada, tetapi Yesus tak pernah mengajarkan soal pembalasan, bahkan sampai akhir hidup-Nya. Jika kita berani menyebut diri kita sebagai pengikut Kristus, berarti mulai hari ini hanya ada satu opsi ketika kita dihadapkan pada pilihan untuk membalas atau mengampuni. Manakah yang akan kita pilih?
-GHJ/www.renunganharian.net


SEJATINYA, PENGAMPUNAN BUKANLAH PILIHAN, MELAINKAN PERINTAH YANG HANYA PERLU DITAATI


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media