DULU DAN SEKARANG

Baca: Galatia 1:11-24


Bacaan tahunan: Yosua 20-21

Saulus muda adalah seorang Farisi yang mengikuti hukum Musa dengan sangat ketat (Flp. 3:5-6). Ia merupakan murid terbaik dari Gamaliel, rabi Yahudi yang sangat terkemuka di abad pertama (Kis. 5:34, 22:3). Ia termasuk pemimpin muda yang menyetujui pembunuhan Stefanus dan para pengikut Yesus lainnya (Kis. 7:58, 8:1a). Bahkan ia "memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara" (Kis. 8:3). Baginya, mereka yang mengaku Yesus sebagai Tuhan merupakan penistaan dan penghujatan kepada Allah, sehingga harus dibinasakan. Bagi jemaat Kristen mula-mula, Saulus adalah nama yang menakutkan.

Lalu keajaiban terjadi. Dalam perjalanannya untuk membinasakan para pengikut Kristus ke kota Damsyik, ia mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus (Kis. 9). Ia bertobat dan sejak saat itu, ia memberitakan Injil dengan berani. Galatia adalah salah satu wilayah yang ia kunjungi bersama timnya, sehingga berdirilah jemaat-jemaat di sana (Kis. 16:6, 18:23; 1Kor. 16:1). Perubahan hidup Saulus (Paulus) ini berdampak bukan hanya kepada orang-orang di sekitarnya, melainkan juga kepada orang-orang yang tidak pernah mengenalnya (ay. 22). Mereka memuliakan Allah karena hidupnya (ay. 24).

Kita tidak pernah tahu seberapa jauh gema kesaksian hidup kita bergaung. Yang jelas, kehidupan yang diubahkan karena perjumpaan dengan Tuhan akan memimpin orang-orang untuk memuliakan Dia. Kiranya kita sedang menjalani hidup yang demikian. --HT/www.renunganharian.net


PERJUMPAAN DENGAN ALLAH YANG BENAR SELALU BERUJUNG PADA KEHIDUPAN YANG MEMULIAKAN TUHAN DAN MENDATANGKAN SUKACITA BAGI UMAT-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media