Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: AMOS 5:4-6
Bacaan tahunan: Kisah Para Rasul 18-20
Dalam kelemahan dan keterbatasan, kepada siapakah kita dapat mengharapkan perlindungan? Tentu saja dari mereka yang memiliki daya kekuatan, bukan? Apa jadinya jika seseorang berlindung pada sesuatu yang lemah dan tak berdaya? Sudah pasti pengharapan mereka akan kemenangan menjadi sia-sia dan kosong.
Pada zaman Amos, keadaan sosial memperlihatkan kehidupan masyarakat yang religius. Mereka setia melakukan ritus keagamaan. Sayangnya, ritus yang mereka lakukan bukanlah penyembahan kepada Allah. Betel, Gilgal, dan Bersyeba tempat Abraham dan Yakub mendirikan monumen sebagai pertanda perjumpaan dengan Allah tak lagi menjadi tempat suci. Fungsinya berubah karena Israel tidak lagi datang ke sana untuk menemui Allah, melainkan untuk menyembah berhala. Mereka mencari anak lembu emas yang dibuat oleh Raja Yerobeam dan menyembahnya. Karena itu, Amos memberikan peringatan supaya mereka kembali kepada Tuhan, satu-satunya jalan menuju kehidupan. Sebab, jika mereka tidak kembali kepada Tuhan, Tuhan akan datang laksana api menjalar dan membakar habis mereka.
Kita tentu paham benar bahwa satu-satunya jalan menuju hidup adalah Tuhan. Namun, tak jarang kita terkecoh pada ritus yang semu. Lebih terpaut pada tempat, bangunan, patung, pernak-pernik, dan segala macam simbol agama. Padahal, keliru jika kita menyamakan Tuhan dengan tempat dan berbagai simbol. Bukan hal-hal itu yang menjamin perjumpaan kita dengan Tuhan. Karena Tuhan ada bagi hati yang bertobat: menggumuli, merenungkan, dan melakukan kehendak-Nya.
-EBL/www.renunganharian.net
BUKAN GUNUNG BUKAN PULA PATUNG. TUHAN BERSEMAYAM DI HATI SETIAP PRIBADI YANG MEMBUKA HATI
Please sign-in/login using: