KEDODORAN

Baca: 1 SAMUEL 17:12-39


Bacaan tahunan: Keluaran 14-16

Karena ingin berlagak seperti ayahnya, anak kecil itu memasukkan kedua kakinya ke dalam sepatu si ayah. Kemudian ia melangkah sambil tersenyum lebar, namun tak lama kemudian senyuman itu berubah menjadi isak tangis. Mengapa? Ia terjatuh, karena sepatu itu sama sekali bukan ukurannya. Tidak cocok untuk kakinya. Terlampau besar. Alih-alih bisa berjalan dengan mantap, ia justru tersandung sendiri.

Pernahkah kita membayangkan andaikata Daud maju menghadapi Goliat dengan mengenakan baju perang kepunyaan Raja Saul? Andaikan Daud berpikir, "Kapan lagi raja mengijinkan aku memakainya?" Atau ia berpikir, "Setidaknya ini bukan baju perang biasa, ini lebih komplit, ini baju perang raja!" Maka, sesudah itu dipakainya untuk bertempur melawan Goliat. Saya membayangkan, Daud yang terjerembab akibat baju tempur yang kedodoran. Baju perang itu bukannya melindungi dirinya, melainkan menghalangi keleluasaannya untuk bergerak dan membahayakannya. Syukurlah kita membaca, "Kemudian ia menanggalkannya." (ay. 39)

Salah satu tekanan yang sering membuat kita tidak tahan adalah tekanan sosial. Berupa tuntutan agar kita tampil sesuai harapan masyarakat. Memenuhi ekspektasi yang dipatok oleh sekeliling kita. Akibatnya kita berusaha menyesuaikan diri dengan citra tertentu yang bukan diri kita, demi mendapat pengakuan. Padahal penampilan terbaik adalah ketika kita menjadi diri sendiri. Bukan meniru. Bukan bersembunyi di balik topeng penampilan orang lain. Tampil bukan sebagai diri sendiri justru mengerdilkan potensi yang Tuhan karuniakan kepada kita. Maka, hadapilah kehidupan ini dengan tetap menjadi diri sendiri! --PAD/www.renunganharian.net


SETIAP ORANG DIKARUNIAI PERAN ISTIMEWA YANG HANYA BISA DILAKUKAN DENGAN MENJADI DIRINYA SENDIRI.


Navigation

Change Language

Social Media