KETIKA SATU PINTU DITUTUP

Baca: 1 TESALONIKA 2:13-20


Bacaan tahunan: Kejadian 43-45

Lama saya mencoba memahami komentar Paulus bahwa Iblis telah mencegah niatnya untuk mengunjungi jemaat Tesalonika. Dan nyatanya niat kunjungan itu pun gagal! Saya berpikir jika seseorang memiliki niat baik, apalagi kerinduan besar untuk memberitakan Injil, bukankah Tuhan akan menyertainya? Namun, mengapa tidak jarang banyak penghalang yang berupaya menggagalkan pelayanan mulia itu?

Kerinduan yang besar dari Rasul Paulus dan teman-temannya untuk mengunjungi dan melayani jemaat di Tesalonika ternyata dihambat dan digagalkan oleh Iblis. Sejak awal pun Paulus menyadari bahwa Iblis akan terus menghalangi karya pelayanan orang-orang percaya. Iblis jelas tidak pernah suka jika orang-orang mendengar karya keselamatan Kristus. Itu sebabnya, Iblis memakai beberapa orang untuk melontarkan ancaman dan menganiaya, demi menghentikan usaha Paulus. Ya, Paulus memang gagal hadir di Tesalonika, tetapi ia bisa menulis sepucuk surat untuk jemaat. Dan, surat itu telah menjadi sumber berkat dan penghiburan tidak hanya bagi jemaat Tesalonika, tetapi juga bagi orang-orang percaya dari masa ke masa!

Apakah upaya kita dalam memberitakan Injil banyak menghadapi upaya penggagalan? Kegagalan kunjungan Paulus memberikan pemahaman kepada kita bahwa Iblis akan terus berperang untuk mencegah orang-orang mendengar kabar baik. Namun, kita pun diyakinkan bahwa Tuhan akan membalikkan siasat Iblis ini menjadi jalan kebaikan bagi kerajaan-Nya. Ketika satu pintu ditutup, Tuhan sanggup membuka pintu-pintu lain terbuka. --SYS/www.renunganharian.net


JALAN PEWARTAAN INJIL TIDAK SELALU MULUS, TETAPI TUHAN SELALU SANGGUP MEMBUKA JALAN YANG BARU.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media