KORUPSI

Baca: EFESUS 4:17-32


Bacaan tahunan: Yoel 1-3

"Korupsi Masih Jadi Penyakit Birokrasi, " demikian judul berita Kompas, 30 Januari 2017. Namun sifat korup bukan hanya ada pada pejabat. Setiap kita memiliki kecenderungan untuk melakukan pencurian. Pekerja melakukan hal lain di jam kerja untuk mencari tambahan penghasilan dari pihak lain. Penjual bahan bangunan bermain mata dengan kontraktor dengan mencurangi pembeli yang tidak sadar dirinya dibohongi. Pekerja profesi mengulur waktu penyelesaian masalah kliennya agar dapat memperoleh lebih banyak uang jasa.

Masyarakat Efesus pada zaman Paulus terbiasa mencuri. Akibatnya, umat percaya pun merasa mencuri bukan merupakan masalah besar. Sebab itu, Paulus secara khusus mengingatkan agar orang percaya tidak lagi mencuri, melainkan harus bekerja keras. Setiap orang berhak atas penghasilan oleh pekerjaan tangannya sendiri. Namun berbeda dengan tujuan orang mencari uang pada umumnya, umat percaya bukan bekerja untuk menumpuk kekayaan. Sebab keinginan untuk kaya dapat membuat kita runtuh dan binasa (1Tim. 6:9). Ada tujuan yang jauh lebih mulia, yakni untuk berbagi dengan kaum miskin.

Jadi, nasihat Rasul Paulus tidak sekadar bersifat larangan, melainkan juga memberitahukan mengenai sifat kristiani yang harus kita miliki. Sebagai manusia baru di dalam Kristus, kita tidak saja dilarang untuk melakukan kebiasaan berdosa. Lebih dari itu, kita harus menyatakan kasih Kristus dengan melakukan kebaikan. Dalam hal ini adalah menolong orang-orang miskin. --HEM/www.renunganharian.net


BEKERJA KERAS UNTUK BERBAGI ADALAH KARAKTERISTIK ORANG YANG MENGENAL KRISTUS.


Navigation

Change Language

Social Media