MENDOAKAN ORANG ASING

Baca: 1 Raja-raja 8:22-53


Bacaan tahunan: Ayub 41-42

Ada masanya dulu saya selalu berfokus mendoakan segala sesuatu yang berhubungan dengan diri saya sendiri: kesehatan saya, studi saya, masa depan saya, keluarga saya, teman-teman saya, dan gereja saya. Umumnya mereka yang saya doakan adalah orang-orang yang memiliki kaitan dengan saya. Syukurnya, seiring dengan pemahaman akan firman Tuhan dan pertumbuhan rohani yang meningkat, kehidupan doa saya tidak lagi melulu berkutat di sekeliling saya. Saya mulai berdoa untuk siapa saja, bahkan untuk orang-orang asing yang tidak saya kenal, khususnya ketika saya membaca atau mendengar tentang kondisi dan kebutuhan mereka.

Tiap kali membaca doa Salomo ini, saya merasa kagum sekaligus tertegur. Doa ini ia panjatkan dalam peristiwa yang istimewa, yaitu saat menahbiskan Bait Suci di Yerusalem. Bait Suci adalah lambang kehadiran Allah di tengah umat-Nya, dan menjadi pusat peribadatan bagi Israel. Bait itu menjadi tempat meninggikan Allah, sekaligus tempat bagi umat-Nya untuk merendahkan diri dan menaikkan permohonan.

Tetapi Salomo tidak hanya memikirkan umat Israel. Dia sadar bahwa Allah adalah Allah atas seluruh bumi, Allah atas bangsa-bangsa. Maka ia pun berdoa bagi orang-orang asing, yang datang dari jauh untuk berdoa di sana. Kiranya Allah menjawab doa mereka agar mereka takut kepada-Nya dan mengenal-Nya, hingga segala bangsa di bumi mengenal-Nya (ay. 43). Kiranya dalam doa-doa kita juga ada tempat bagi orang-orang asing, agar mereka mengenal nama-Nya dan menaati Dia. --HT/www.renunganharian.net


MENUNJUKKAN KASIH KITA KEPADA ORANG ASING DAN MEREKA YANG BELUM PERCAYA DAPAT DIMULAI DENGAN MENDOAKAN MEREKA.


Navigation

Change Language

Social Media