MENJADI BERKAT KALA MENDENGAR

Baca: 1 Samuel 22:1-5


Bacaan tahunan: Mikha 1-7

Seorang figur publik dalam sebuah acara yang mendunia karena kemampuannya untuk mendengarkan curahan hati orang, menjadi sangat terkenal, sukses dan mempunyai pengaruh yang luar biasa. Para tokoh dunia berkata tentang dia: "Ia mempunyai simpati yang demikian menakjubkan. Ia melakukannya dengan mendengarkan."

Tahukah Anda mengapa Tuhan memberikan kepada kita dua telinga, dua mata, dua tangan, dan satu mulut? Jelas Tuhan pasti punya maksud mulia dengan apa yang telah diberikan-Nya. Ia ingin supaya kita lebih banyak melihat, lebih banyak mendengarkan, dan lebih banyak melakukan daripada berbicara! Dengan mendengarkan, kita dapat menjalin hubungan serta belajar dari pengalaman orang lain untuk menyempurnakan diri kita.

Philip D. Stanhope berkata demikian: "Lebih banyak orang suka didengarkan ceritanya daripada dipenuhi permintaannya." Ya, begitu banyak orang saat ini membutuhkan kehadiran kita. Hal inilah yang dialami Daud ketika ia ada di gua Adulam. Tuhan mengirimkan kepadanya orang-orang bermasalah yang butuh didengarkan. Daud pun menerima dan mendengarkan persoalan mereka. Lihatlah bagaimana orang-orang itu kemudian dipulihkan dan hidup Daud makin disempurnakan. Tahukah Anda bahwa sikap simpati dan empati yang kita berikan kepada orang lain saat kita memberikan waktu kita untuk mendengarkan ungkapan hati atau pengalaman orang lain akan membawa mereka kepada pemulihan hati dan memberikan begitu banyak pengalaman yang akan menyempurnakan hidup kita? --SYS/www.renunganharian.net


DENGAN BELAJAR MENDENGARKAN, KITA SEDANG MEMULIHKAN HIDUP ORANG LAIN DAN MENYEMPURNAKAN HIDUP KITA.


Navigation

Change Language

Social Media