PENGAMPUNAN YANG MENGUBAHKAN

Baca: YOHANES 8:2-11


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 8-10

Bayangkan jika kita adalah perempuan yang dicatat oleh Injil Yohanes ini. Senang? Pasti! Bahagia? Pasti! Lega karena lolos dari maut akibat rajam? Pasti! Bersyukur? Jelas! Berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan? Pasti!

Ahli Taurat dan orang Farisi membawa kepada Yesus seorang perempuan yang kedapatan berbuat zina. Mereka ingin melihat reaksi dan mencari-cari kesalahan Yesus. Mereka bertanya apa yang Tuhan Yesus akan lakukan terhadap perempuan ini. Pikir mereka, bila Yesus menyarankan untuk menghukum sesuai dengan hukum Taurat, mereka akan mengatakan Tuhan Yesus tidak punya kasih. Bila Yesus membebaskan si perempuan itu, jelas para ahli Taurat dan orang Farisi akan menuduh Yesus melanggar hukum Taurat yang tegas mengatakan pezina harus mati dilempari batu. Reaksi Tuhan Yesus di luar dugaan. Yesus balik bertanya siapa di antara mereka yang membawa si perempuan yang merasa tidak berdosa, maka orang itulah yang pertama melempar batu. Semua pergi. Semua tidak jadi melempar batu, karena tahu diri bahwa mereka pun berdosa. Kepada si perempuan itu, Yesus tegas mengatakan bahwa Ia juga tidak akan menghukum dan mengingatkan supaya ia tidak berbuat dosa lagi. Perempuan itu pasti lega karena mendapatkan kesempatan kedua dalam pengampunan yang Tuhan Yesus berikan kepadanya. Pengampunan yang mengubah hidupnya.

Kita pun adalah orang-orang berdosa yang pantas untuk dihukum. Tetapi Allah Bapa dalam Tuhan Yesus begitu mengasihi kita dan mengaruniakan pengampunan dosa dan hidup baru. Inilah kesempatan kedua sebagai orang-orang yang bebas. Masakan mau kembali hidup dalam dosa? --AAS/www.renunganharian.net


PENGAMPUNAN YANG SUDAH DITERIMA DARI ALLAH HARUSNYA MENGUBAHKAN HIDUP JADI BARU.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media