PENUH BELAS KASIHAN

Baca: MATIUS 9:27-38


Bacaan tahunan: Kejadian 40-42

Sepulang pelayanan, saya bertemu dengan seorang anak jalanan yang duduk termenung di bangku stasiun kereta api Sidoarjo. Sambil memberanikan diri saya menyapanya dan mengajaknya mengobrol. Saya mencoba mempraktikkan Buku Tanpa Kata, yaitu alat peraga untuk menginjili anak agar percaya kepada Kristus. Di saat itulah saya menjadi tahu banyak pergumulan anak ini termasuk dosa yang pernah ia lakukan selama menjadi anak jalanan. Terharu, saya memeluknya sambil berkata, "Adik, Tuhan Yesus mengasihimu!" Sungguh pengalaman yang tak terlupakan.

Dalam pelayanan-Nya, Yesus selalu melandasinya dengan rasa belas kasihan. Ia memandang bahwa manusia membutuhkan kasih yang besar. Hati Yesus hancur tatkala melihat orang yang sakit dan tak berdaya. Ia memperhatikan mereka dan berinisiatif untuk mengulurkan tangan. Pada peristiwa ini, kita melihat Yesus menyatakan dirinya sebagai gembala yang baik kepada orang-orang yang telantar. Di zaman ini, telantar di sini juga tertuju pada orang yang punya status sosial baik, orang terpandang, kaya, berpendidikan tinggi tapi hidupnya kosong, terjerat pada kepalsuan dunia yang hampa. Gaya hidupnya hedonis tapi sebenarnya jiwanya kering dan telantar. Melihat hal ini, Yesus pun menantang para murid agar menjadi partner kerja Allah, tentunya mereka yang memiliki belas kasihan seperti Dia.

Tuhan membutuhkan orang-orang yang siap melayani dengan hati yang penuh belas kasihan saat melihat orang lain. Tidak ada orang yang tidak membutuhkan Kristus. Apakah hari ini saudara mau dipakai Tuhan menyalurkan kasih-Nya kepada orang lain yang telantar? Tuhan menunggu keputusan kita. --YDS/www.renunganharian.net


RASA BELAS KASIHAN AKAN MENOLONG ORANG LAIN MENGALAMI KASIH KRISTUS SECARA NYATA.


Navigation

Change Language

Social Media