Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: AMSAL 25:17-20
Bacaan tahunan: Ulangan 3-4
Dahulu sewaktu masih mahasiswa, rumah kontrakan kami pernah didatangi secara rutin oleh Tom, yang sebenarnya juga bagian dari komunitas kami. Awalnya, kedatangan Tom terasa menyenangkan karena sebagai orang sanguine (ceria, ramai, ramah), kehadiran Tom dapat membuat suasana meriah. Namun, kedatangan Tom yang semakin sering, bahkan terbilang tak tahu waktu, suatu ketika mulai dirasa mengganggu. Akhirnya, kami pun mencoba menasihati secara halus agar Tom bisa "tahu diri" ketika berkunjung, terutama ketika masa ujian perkuliahan tiba.
Kedatangan seseorang yang terlalu sering ternyata dapat menimbulkan dampak negatif. Itulah nasihat bernada peringatan dari nas renungan kita hari ini. Ada potensi muncul kebosanan, konflik, bahkan bisa muncul kebencian ketika ada orang datang terlalu sering ke tempat kita. Tampaknya gejala ini sudah terjadi sejak masa lampau sehingga penulis Amsal merasa perlu memberikan nasihat ini, jangan kerap kali datang ke rumah sesamamu. Nasihat yang masih relevan untuk diterapkan, bahkan terhadap orang yang menurut kita sangat dekat sekalipun, tahanlah diri untuk tidak datang terlalu sering ke rumah mereka.
Dalam menjalin relasi dengan sesama, tentu kita tidak ingin orang lain bosan atau membenci kita, bukan? Oleh karenanya, ada baiknya kita jangan sampai mengabaikan nasihat dari penulis Amsal ini. Jika memang harus datang ke rumah orang lain, datanglah seperlunya saja, dengan waktu yang tidak terlalu lama, dan usahakan agar kedatangan kita tidak sampai merepotkan orang yang kita datangi. --GHJ/www.renunganharian.net
BERELASI DENGAN SESAMA JUGA MEMERLUKAN HIKMAT SUPAYA KEHADIRAN KITA MENJADI BERKAT.
Please sign-in/login using: