PERTANYAAN DARI BETESDA

Baca: YOHANES 5:1-13


Bacaan tahunan: Daniel 1-3

Telah lama pria itu terbaring tak berdaya menanti kesembuhan. Kolam Betesda menjadi tumpuan harapannya. Namun yang ia alami di sana amatlah mengecewakannya. Ketika seseorang datang kepadanya (dia tak tahu itu Tuhan), dia berkeluh kesah, "Tuan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu ketika airnya mulai terguncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."

Di kolam kemurahan itu, ia mengharapkan kesembuhan. Namun yang ia temui di sana adalah orang-orang yang mementingkan diri. Air kolam itu telah berkali-kali berguncang, kesempatan untuk sembuh pun telah berkali-kali datang. Namun semua peluang dan harapannya pupus karena tak seorang pun menolongnya, karena yang ada di tempat kemurahan itu justru egoisme dan ketidakpedulian.

Di sekitar kita, banyak saudara kita menyandang ketidakberdayaan ragawi karena pelbagai sebab, baik sementara maupun permanen. Mereka berjalan dengan kursi roda, tongkat penyangga, dituntun, atau bahkan dipapah. Mereka butuh dan berhak mendapatkan hal-hal wajar yang lumrah dinikmati oleh siapa pun: pendidikan, pekerjaan, transportasi, jalur pejalan kaki, tempat ibadah, dan banyak lainnya.

Adakah kita mengupayakan hal-hal yang perlu agar kebutuhan dan hak mereka terpenuhi? Adakah gereja, tempat kemurahan, mengupayakan sarana khusus (akses naik maupun turun, tempat duduk, kamar mandi, dll.) agar mereka juga menikmati tempat ibadah seperti kita? Semoga kita tidak justru terlena seperti mereka di tepi kolam Betesda itu.
-EE/www.renunganharian.net


SIKAP KITA TERHADAP MEREKA YANG LEMAH TUHAN PERHITUNGKAN SEBAGAI SIKAP KITA KEPADA-NYA


Navigation

Change Language

Social Media