RELASI DI DALAM KASIH

Baca: MARKUS 9:30-32


Bacaan tahunan: Ulangan 11-13

Manusia adalah makhluk sosial, yang berarti bahwa manusia selalu membutuhkan relasi dengan sesamanya. Meski begitu, tidak semua manusia membangun relasi berdasarkan hubungan yang seimbang. Ada relasi yang dibangun atas dasar hierarki, superioritas, atau bahkan hal untung dan rugi, yang menjadi tujuan dari sebuah relasi. Relasi demikian tentu hanya akan memunculkan konflik, di mana muncul rasa ingin saling mengalahkan.

Ada dua hal yang Yesus tunjukkan dari pesan penderitaan yang akan dijalani-Nya. Pertama, Yesus menunjukkan bagaimana manusia justru menyukai konflik daripada kedamaian. Yesus mengatakan bahwa Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dibunuh. Yesus menunjukkan adanya penolakan manusia atas kehadiran-Nya, yakni mereka yang merasa rugi atas kehadiran-Nya. Kedua, sekalipun manusia dapat menolak pribadi Anak Manusia, tetapi manusia tidak dapat menolak kuasa karya Allah melalui hadirnya Anak Manusia itu. Dengan mengatakan mengenai kebangkitan-Nya, Yesus menunjukkan bahwa karya Allah tidak menyerah atas luka, tidak melihat untung dan rugi dari relasi dengan manusia, melainkan tetap merengkuh dan memberikan keselamatan sebagai wujud nyata kasih bagi kehidupan.

Yesus menunjukkan bahwa relasi dalam kehidupan sejatinya untuk saling menguatkan, membangun, mendorong, dan menolong. Maka dalam menjalin sebuah relasi, marilah kita tidak menjadi seorang toksik bagi sesama, melainkan penuh kasih yang menyalurkan berkat Tuhan dan membangun kehidupan. --ZDP/www.renunganharian.net


BANGUNLAH SETIAP RELASI DENGAN BERLANDASKAN KASIH, SEBAB TUHAN MENGASIHI KITA.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media