SEDIKIT RAGI

Baca: 1 KORINTUS 5


Bacaan tahunan: Hosea 1–6

Membicarakan dosa orang lain adalah topik yang digemari banyak orang. Tidak hanya mengupas kasusnya, sebagian orang juga senang mengulik habis pelakunya. Kebiasaannya, masa lalunya, pekerjaannya, latar belakang keluarganya dan banyak hal lainnya. Untuk apa? Menambah daftar panjang keberdosaan orang itu. Mereka pun merasa dirinya lebih suci dibanding orang yang mereka percakapkan. Anehnya, ketika berjumpa dengan yang bersangkutan, mereka hanya diam, seakan tidak terjadi apa-apa.

Banyak orang mengambil kesempatan atas kejatuhan orang lain dalam dosa. Bukan untuk memberikan pertolongan supaya orang tersebut bertobat. Ada yang berusaha semakin menjatuhkan orang itu supaya dirinya tampak lebih saleh. Ada pula yang sepertinya menunjukkan perhatian namun ternyata sedang melakukan panjat sosial (pansos).

Kejatuhan orang lain dalam dosa kadang membuat kita merasa menjadi orang yang paling saleh. Bukannya turut berdukacita atas dosa mereka, kita malah merasa pantas menghakimi. Membanggakan diri sendiri sambil menginjak-injak mereka. Kita lupa bahwa bermegah atas dosa orang lain juga merupakan kesombongan dan kejahatan. Sekalipun sanksi sosialnya tidak separah dosa perzinaan, ini pun menodai kekudusan hidup kita. Bukankah hidup kita ibarat "roti yang tak beragi", harus murni dan benar? Alangkah baiknya saling peduli, saling mengingatkan supaya bertobat sebelum terlambat. Sebelum dosa meresap ke seluruh bagian gereja dan merusak kebenaran, keadilan serta kehidupan rohani kita.
-EBL/www.renunganharian.net


TIDAK TEGAS MENENTANG DOSA DAN KEJAHATAN SAMA HALNYA MENGUSIR ROH KUDUS DARI HATI KITA. WASPADALAH!


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media