TALI KEKANG

Baca: YAKOBUS 3:1-12


Bacaan tahunan: Bilangan 1-2

Bagi seorang penunggang kuda, tali kekang menjadi hal yang penting agar ia bisa mengendalikan kudanya ke arah yang dikehendakinya. Tanpa tali kekang, kuda itu akan berlari tanpa arah dan bisa membuat kerusakan. Sebuah tali kendali mungkin terlihat sederhana, tetapi yang dikendalikan bisa saja merupakan sesuatu yang besar dan bernilai.

Yakobus menggambarkan sebuah kendali berupa "kekang" pada mulut kuda dan "kemudi yang amat kecil" pada kapal besar. Konsep ini digunakan untuk mengingatkan kita akan pentingnya mengendalikan hidup kita dengan lidah sebagai "kekang" atau "kemudi". Dibandingkan dengan bagian-bagian tubuh yang lain, lidah mungkin dianggap sebagai bagian tubuh yang kecil. Namun, sekalipun kecil, ia sanggup melakukan hal-hal yang besar. Lidah itu seperti api! Jika dikendalikan dengan bijak, ia adalah sahabat yang begitu baik. Namun, jika lepas kendali, hutan seluas apa pun bisa dihancurkannya. Demikianlah kekang atas lidah amat menentukan jalan hidup kita.

Saat merenungkan peringatan Yakobus ini, kita diingatkan bahwa masalah yang diangkat bukan karena perkataan baik yang tidak dapat diucapkan, tetapi lebih pada perkataan jahat yang tidak dapat dikendalikan. Jadi, sangatlah bijak saat kita tidak berbangga diri bila dapat mengucapkan banyak perkataan-perkataan yang baik dan menyenangkan. Dan sebaliknya, kita perlu banyak berjuang untuk menghentikan dan mengendalikan sebanyak mungkin kata-kata negatif dan terdengar tidak menyenangkan. Apa pun yang terucap dari mulut kita, itulah yang menentukan arah langkah kita. --SYS/www.renunganharian.net


LIDAH TIDAK MEMPUNYAI TULANG, TAPI IA MAMPU MENGUATKAN ATAU MEMATAHKAN PERASAAN.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media