TEMAN DALAM PERGUMULAN

Baca: MATIUS 18:21-35


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 21-23

Ketika kami dalam pergumulan, seorang teman mendadak sering berkunjung. Kami menjadi akrab dan terbuka. Kepada kami ia pun membuka masa lalunya yang juga pernah mengalami hal serupa. Ia mengaku ditinggalkan banyak teman, dijauhi saudara bahkan menerima banyak fitnahan dan cacian. Bersyukur ada seorang teman jauh yang mendukungnya untuk bangkit. Sejak saat itu ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi teman bagi siapa pun yang sedang mengalami pergumulan. Kami pun tidak hanya termotivasi oleh kehadirannya. Kami terinspirasi untuk meneladani tindakannya.

Ketika Petrus bertanya kepada Yesus mengenai berapa kali ia harus mengampuni, Yesus menjawab bahwa pengampunan itu tanpa batas. Ibarat orang yang memiliki banyak utang dan utangnya telah dihapuskan karena ketidakmampuannya membayar, begitulah manusia berdosa beroleh belas kasih Allah. Maka Yesus mengajar agar para murid yang telah ditebus pun berlaku demikian terhadap sesamanya.

Jujur, kadang kita seperti Petrus yang nyaris tidak mampu mengampuni orang lain. Jangankan mengampuni yang bersalah kepada kita. Mendengar seseorang tengah menghadapi persoalan saja kita berusaha untuk segera menjauh, cuci tangan bersih-bersih supaya tidak ikut terkena imbasnya. Padahal, kita pun adalah orang-orang yang mengalami pertolongan Tuhan. Tuhan mengangkat kita dari pergumulan dosa supaya kembali kudus dan merdeka. Semestinya kita pun berlaku seperti Yesus yang hadir bagi mereka yang membutuhkan, menyediakan diri menjadi teman dalam pergumulan mereka. --EBL/www.renunganharian.net


SANGAT MUDAH MENGAJAK TEMAN UNTUK BERPESTA NAMUN HANYA SEDIKIT YANG SETIA MENEMANI DALAM DUKA.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media