TERSINGGUNG ATAU MERENUNG

Baca: YOSUA 1:1-9


Bacaan tahunan: Bilangan 14-15

Seorang Ibu mendatangi rumah pengkhotbah yang membawakan firman dalam sebuah acara gereja pada hari sebelumnya. Dengan kemarahan ia mengungkapkan isi hatinya yang merasa sangat tersinggung. Isi renungan yang disampaikan sang pengkhotbah dirasa menyindirnya habis-habisan. Karena itu ia tidak tahan untuk tidak mengungkapkan emosinya.

Dipanggil untuk menjadi pemimpin Israel, Yosua harus menjawab tugas panggilannya secara nyata. Ia harus dapat bertindak proaktif mengerjakan bagian kepemimpinan yang Allah percayakan. Allah juga menyatakan kepada Yosua agar senantiasa berpegang teguh pada janji firman Tuhan. Memiliki ketaatan yang total pada kehendak Tuhan, bergaul dengan firman itu dan melakukannya dengan segenap hati. Senantiasa merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam menjadi PR Yosua, supaya ia memiliki keberanian, pengharapan dan hikmat dalam memimpin umat.

Kebenaran firman Tuhan tidak hanya sanggup menjadikan umat bersukacita karena janji berkat-Nya. Firman Tuhan juga sanggup menusuk hati umat. Saat kebenaran Tuhan menelanjangi keberdosaan kita, sangat mungkin kita menjadi mudah marah. Pribadi yang menyampaikan kebenaran Firman Tuhanlah yang biasanya menjadi sasaran kemarahan. Namun kejadian semacam ini tidak perlu terjadi jika kita menyadari kerentanan diri serta bersedia mendengar didikan Tuhan. Pribadi yang bijaksana tentu memiliki kerendahan hati untuk menanggapi ajaran kebenaran dengan merenung, bukan sekadar tersinggung. Bersedia membenahi diri, alih-alih mengumbar emosi. --EBL/www.renunganharian.net


AJARAN KEBENARAN TUHAN MEMBUAT ORANG BIJAK MERENUNG, SEMENTARA ORANG BEBAL HANYA MERASA TERSINGGUNG.


Navigation

Change Language

Social Media