TIDAK TAWAR HATI

Baca: 2 KORINTUS 4


Bacaan tahunan: Yehezkiel 46-48

Saya pernah mengajak seorang jemaat untuk terlibat dalam pelayanan di gereja. Ia menolak dengan alasan, "Saya menyaksikan banyak orang Kristen yang kecewa dan sakit hati setelah melayani di gereja. Saya tidak mau seperti mereka." Walaupun kaget atas ucapannya, saya tidak menyalahkan dia. Pelayanan memang tidak pernah mudah. Pelayanan menuntut pengorbanan kita. Sesudah melakukan yang terbaik, kita masih bisa disalahpahami atau tidak dihargai. Konflik sesama pelayan juga kerap terjadi.

Dalam pelayanannya, Paulus menghadapi tantangan yang jauh lebih besar daripada kita (ay. 8-9). Bahkan, bahaya maut mengintai dirinya setiap waktu (ay. 10-12). Namun, Paulus tidak tawar hati atau putus asa (ay. 1, 16). Apa rahasianya? Paulus meyakini bahwa Tuhan kelak akan mengganjar kesetiaannya dalam pelayanan dengan kemuliaan yang kekal. Paulus sampai mengatakan bahwa penderitaannya yang sangat berat jadi terasa ringan karena dibandingkan dengan kemuliaan yang begitu megah dan indah dari Tuhan baginya kelak (ay. 17).

Apakah hati Anda sedang tawar dalam pelayanan? Simaklah nasihat Paulus (ay. 18). Jangan terpaku hanya pada beban masalah yang Anda alami dalam pelayanan karena pasti melemahkan dan melumpuhkan. Arahkan mata iman kita pada kekekalan di mana Tuhan menantikan kita dengan mahkota kemuliaan yang sudah disediakan bagi kita. Meskipun pelayanan kita masih berat, tapi hati kita akan dipenuhi semangat dan kekuatan yang baru. --JIM/www.renunganharian.net


KESETIAAN KITA DI TENGAH PERGUMULAN DAN PENDERITAAN DALAM PELAYANAN PASTI BERBUAH MANIS KELAK.


Navigation

Change Language

Social Media