TUNDUK PADA OTORITAS-NYA

Baca: Yosua 1:1-6


Bacaan tahunan: Daniel 10-12

Bertahun-tahun Yosua belajar tentang seluk-beluk kepemimpinan dari Musa. Bisa jadi secara fisik dan pengetahuan, Yosua adalah orang yang ideal dan siap menjadi pemimpin. Namun Yosua menyadari bahwa semua itu tidaklah cukup memberi jaminan bahwa dirinya akan mampu memimpin umat Allah yang demikian besar banyaknya.

Kita kerap terkesima dengan seorang pemimpin yang berkarisma, berpengetahuan baik, atau penampilannya yang menarik. Secara intelektual, Yosua memang memiliki pengetahuan yang baik tentang kepemimpinan. Namun, dalam pemandangan Allah, memiliki pengetahuan dan tampilan yang menarik, tidaklah cukup. Jika Yosua dipilih, itu disebabkan karena Allah mengenal hatinya yang taat, rendah hati, dan tunduk kepada otoritas-Nya.

Yosua berhasil dalam kepemimpinannya karena ia setia mengikuti kehendak Allah. Samuel Logan Brengle dalam sebuah tulisannya berkata: "Kepemimpinan bukan dimenangkan dengan promosi, melainkan dengan banyak doa dan air mata. Itu diraih dengan pengakuan dosa, senantiasa menyelidiki hati dan merendahkan diri di hadapan-Nya; dengan menyerahkan diri, menyingkirkan semua berhala dengan berani, merangkul salib tanpa gentar, tanpa berkesudahan, tanpa kompromi dan tanpa mengeluh; dengan terus memandang tanpa terkoyakkan pada Yesus yang tersalib." Jika kita dipercaya untuk mengemban sebuah tugas, bahkan dipercaya menjadi seorang pemimpin, biarlah semua itu bukan semata didasari karena hebatnya kemampuan kepemimpinan kita, tetapi karena sikap kerendahan hati untuk selalu tunduk kepada kehendak Allah. --SYS/www.renunganharian.net


SEORANG PEMIMPIN KRISTEN AKAN MENEMPATKAN KEHENDAK ALLAH DI TEMPAT UTAMA LEBIH DARI SEMUA KEMAMPUANNYA.


Navigation

Change Language

Social Media