KUAT KARENA LUKA

Baca: Yakobus 1:2-4


Bacaan tahunan: Yohanes 19-21

Setiap manusia tentu pernah merasa sakit hati dan terluka. Bukan hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berulang-ulang sepanjang kita masih menempuh perjalanan hidup ini. Karena itu, pertanyaan yang lebih penting untuk diajukan adalah, bagaimana kita menyikapi setiap luka yang kita alami? Hal ini penting untuk kita renungkan karena luka hati adalah salah satu aspek yang membentuk diri kita.

Yakobus memahami bahwa setiap pencobaan tentu menghasilkan banyak sekali luka di dalam hati seseorang. Semakin banyak pencobaan, semakin banyak pula sakit hati yang ditimbulkan. Akan tetapi, di dalam suratnya Yakobus mengatakan bahwa apabila kita jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, hal itu merupakan suatu kebahagiaan. Artinya, Yakobus mendorong kita untuk menyikapi setiap sakit hati dengan rasa bahagia. Dengan demikian, kita dapat belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman sakit hati tersebut. Dan, semakin banyak hikmah yang kita pelajari dari rasa sakit hati, semakin kuat pula diri kita.

Apabila tidak disikapi dengan baik, buah yang dihasilkan dari sakit hati hanyalah dendam. Oleh karena itu, kita harus belajar dari setiap luka dengan rasa bahagia. Dengan demikian, kita akan semakin kuat menghadapi setiap luka, dan kita belajar untuk tidak memberi luka bagi orang lain. Inilah buah manis yang kita hasilkan. --ZDP/www.renunganharian.net


BELAJAR DARI SETIAP LUKA AKAN MENGHASILKAN BUAH YANG MANIS.


Navigation

Change Language

Social Media