AIR MATA KEGIRANGAN

Baca: YEREMIA 31:1-9


Bacaan tahunan: Bilangan 31-32

Seorang ibu telah bertahun-tahun berdoa untuk anak lelakinya yang terjerumus dalam pergaulan buruk. Setiap malam ia meratap dalam doa dan berharap anaknya pulang ke rumah. Sampai suatu ketika, anak itu pulang dengan wajah memilukan. Ia memeluk ibunya dan berkata, "Bu, maafkan aku. Aku telah berdosa, aku bertobat." Sang Ibu tidak mampu berkata-kata. Ia hanya menangis. Bukan tangisan duka, melainkan tangisan sukacita. Itu adalah air mata kegirangan, buah dari kesetiaan ibu yang tak pernah berhenti menanti anaknya pulang.

Kitab Yeremia hari ini berisi pesan penghiburan Tuhan bagi umat Israel yang sedang berada dalam pembuangan. Di tengah penderitaan, Tuhan memberikan janji pemulihan. Tuhan akan memimpin mereka pulang dengan penuh kelembutan (ay. 9). Mereka memang datang dengan air mata, bukan air mata kesedihan, melainkan air mata sukacita karena kasih Tuhan yang abadi (ay. 3) dan janji pemulihan-Nya yang nyata. Tuhan tidak hanya menuntun pulang, tapi juga memberi mereka jalan yang aman.

Setiap kita pernah atau sedang menangis. Kita menangis karena kehilangan, pergumulan, atau kegagalan. Namun, Tuhan sanggup mengubah tangisan itu menjadi sukacita. Saat kita kembali kepada-Nya, saat doa-doa dijawab, atau saat pemulihan terjadi, di sanalah kita mengenal makna air mata kegirangan. Tuhan tidak menjanjikan jalan tanpa air mata, tetapi Ia menjanjikan bahwa setiap tetesan air mata kita tidak sia-sia. --SYS/www.renunganharian.net


AIR MATA KEGIRANGAN ADALAH TANDA KASIH TUHAN YANG MEMULIHKAN HATI YANG HANCUR DENGAN PENGHARAPAN BARU.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media