Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: KIDUNG AGUNG 8:1-7
Bacaan tahunan: Bilangan 33-34
Meterai atau segel memiliki arti yang beragam, tetapi secara umum digunakan untuk menjamin keaslian suatu benda, menunjukkan kewibawaan, dan juga sebagai tanda kepemilikan. Meterai sering dipakai pada dokumen penting seperti surat-surat, perjanjian, atau benda-benda berharga untuk menunjukkan bahwa benda tersebut berasal dari sumber yang sah dan memiliki otoritas. Pada zaman dahulu, meterai terbuat dari batu berharga, logam, kayu, atau tulang. Sering kali benda ini dibentuk oval atau bulat, dan diukir dengan nama atau simbol tertentu, bahkan dapat dikenakan sebagai cincin.
Ketika sang mempelai meminta kepada kekasihnya agar dirinya ditaruh seperti meterai pada hati dan lengan sang kekasih, maka permintaan ini bermakna sangat dalam. Ia ingin diakui sebagai pemilik hati kekasihnya, yang akan menjaga dan melindunginya. Menyatakan deklarasi komitmen serta kesetiaan yang dilandasi cinta kasih. Ini ia lakukan bukan karena terpaksa, melainkan secara sukarela menyerahkan hatinya untuk dimiliki sepenuhnya oleh sang kekasih. Demikianlah prinsip yang seharusnya berlaku secara timbal balik bagi pasangan yang hendak mengikatkan dirinya di dalam pernikahan. Maka mereka pun akan berikrar setia senantiasa, serta tidak akan membuka celah bagi pihak lain untuk masuk ke dalam relasi pernikahan mereka.
Umat Allah hendaknya menyadari kebenaran ini. Bahwa ketika kita mengikat perjanjian dengan pasangan maka kita secara sukarela menyerahkan diri dan hati kita menjadi milik pasangan kita. Masing-masing pihak seharusnya bertindak sebagai meterai yang akan menjaga kehormatan pasangannya, serta mencintai dan melindunginya sepenuh hati. --HT/www.renunganharian.net
MEREKA YANG MENJAGA DAN MENCINTAI PASANGANNYA DENGAN TULUS HATI TELAH BERTINDAK SEBAGAI METERAI YANG SEJATI.
Please sign-in/login using: