ANANIAS

Baca: KISAH PARA RASUL 9:1-18


Bacaan tahunan: Lukas 4-5

Kala saya masih remaja, setiap Selasa malam Joni menjemput saya. Di kediaman seorang teman, kami bergabung dalam grup kecil yang dinamai Kelompok Tumbuh Bersama (KTB). Kebersamaan di kelompok itu ikut menopang pertumbuhan iman saya. Di kemudian hari, saya memenuhi panggilan hati untuk belajar teologi dan menjadi pendeta. Kini jika mengingat Joni, saya bersyukur atas kesetiaannya mengetuk pintu rumah saya setiap Selasa, kemudian berkata, "Ayo, berangkat!"

Saulus, yang kelak dikenal sebagai Paulus, memang mendapat panggilan khusus dari Tuhan (ay. 15). Jangkauan pelayanannya luas. Perannya dalam gereja mula-mula sangat besar. Alkitab Perjanjian Baru mewarisi karya pena berisi pemahaman dan pengalaman imannya yang sangat berharga. Tetapi Saulus tidak muncul mendadak dalam pentas sejarah kekristenan. Ada andil peran sederhana dari pribadi yang dipakai Tuhan membimbingnya pada permulaan ziarah imannya. Dialah Ananias dari Damsyik (ay. 10). Syukurlah, kala itu Ananias patuh pada perintah Tuhan (ay. 15-17).

Tak ada niat untuk menyejajarkan diri dengan Saulus, saya hanya terinspirasi oleh peran Ananias. Ketaatannya ikut membidani lahirnya sosok seorang rasul. Betapa pun, saya berutang pada kesetiaan Joni. Siapa sajakah mereka yang ikut dibentuk oleh peran-peran bersahaja dari Anda misalnya, mendoakan, menjemput, menyokong dengan beasiswa, dsb.? Jangan pernah berpikir diri dan peran kita remeh serta tak berguna. Besar atau kecil, kita semua hanya alat pilihan di tangan-Nya (ay. 15). --PAD/www.renunganharian.net


KEPATUHAN YANG SEDERHANA DARI SESEORANG DAPAT MENJADI BAGIAN DARI RENCANA TUHAN BAGI BANYAK ORANG.


Navigation

Change Language

Social Media