LEBIH DARI ATURAN

Baca: MARKUS 3:1-6


Bacaan tahunan: Lukas 6-7

Pak Diman, pekerja di sebuah pabrik garmen, datang terlambat. Menurut aturan pabrik itu, pekerja yang terlambat 10 menit akan dipotong 50 persen dari gaji hariannya. Sekalipun sudah mengutarakan alasan keterlambatannya, pihak pabrik tidak mau tahu. Beberapa hari kemudian, sang pemilik pabrik mendapat telepon dari rumah sakit yang intinya memberi ucapan terima kasih kepada Pak Diman karena jasanya menyelamatkan seorang anak yang kecelakaan di jalan. Atas jasanya itu, pihak rumah sakit ingin memberinya sebuah penghargaan. Sang pemilik pabrik pun malu, karena ia telah menjatuhkan hukuman dan mengabaikan alasannya. Itulah manusia! Betapa mudahnya menjatuhkan hukuman kepada orang baik karena hanya mendasarkan pada sebuah aturan yang kaku tanpa sedikit pun memedulikan nilai kemanusiaan.

Yesus pun mengalaminya. Oleh beberapa orang, Ia coba dipersalahkan karena menyembuhkan seorang yang sakit sebelah tangannya di hari Sabat. Tetapi Yesus tidak takut. Bagi Yesus, menolong dan menyembuhkan sesama jauh lebih penting daripada aturan hari Sabat. Demi keselamatan sesama, Yesus berani melanggar aturan hari Sabat.

Dalam hidup, tidak jarang kita dihadapkan dengan pilihan yang sulit: memilih menolong sesama dan dianggap melanggar aturan atau tidak melanggar aturan tetapi menelantarkan sesama. Yesus menunjukkan kepada kita bahwa nilai kasih lebih tinggi dari aturan, karena itulah Ia memilih untuk menyelamatkan sesama dan rela menanggung segala risikonya. Akankah kita mengikuti teladan-Nya dalam hidup kita? --SYS/www.renunganharian.net


MELAKUKAN SESUATU DEMI KEBAIKAN SESAMA JAUH LEBIH BERNILAI DARIPADA ATURAN-ATURAN MANUSIA MANA PUN.


Navigation

Change Language

Social Media