AWAS SAKIT HATI!

Baca: 2 TAWARIKH 16


Bacaan tahunan: Bilangan 19-20

Raja Asa mengawali pemerintahannya atas Yehuda dengan baik. Ia dicatat sebagai raja yang melakukan apa yang baik dan benar di mata Tuhan (2Taw. 14:2). Ia melakukan reformasi peribadatan di Yehuda. Ia menjauhkan berhala-berhala dari negerinya, dan membuat perjanjian dengan rakyat agar mereka mencari Tuhan (2Taw. 15). Mereka pun menikmati shalom selama 35 tahun pemerintahannya.

Pada tahun ke-36 pemerintahannya, raja Israel hendak memerangi Yehuda. Bukannya meminta petunjuk kepada Tuhan seperti yang selalu ia lakukan sebelumnya, kini Raja Asa justru mengandalkan manusia. Ia mengirim sejumlah besar upeti kepada Raja Aram agar menjadi sekutu politiknya melawan Israel. Tetapi apa yang dilakukannya tidak benar di mata Tuhan. Nabi Hanani pun menegurnya dengan keras.

Bukannya sadar dan bertobat, Raja Asa justru menjadi sakit hati. Bukan hanya pada Hanani, tapi juga pada Tuhan. Ia memasukkan Hanani ke penjara. Bahkan hingga sang raja sakit parah, ia tidak meminta pertolongan Tuhan. Ia hanya mengandalkan para tabib (ay. 12). Kini Raja Asa benar-benar bersandar pada manusia.

Tak masalah berapa lama kita telah menjalani hidup dengan mengandalkan Tuhan, kita masih bisa jatuh dalam dosa dan mengandalkan manusia. Tetapi ketika teguran Tuhan datang, kiranya kita menerimanya dengan kerendahan hati. Jangan menjadi sakit hati dan bebal seperti Asa. Tetapi kiranya kita siap dikoreksi dan kembali berpaut kepada Tuhan. --HT/www.renunganharian.net


KITA PERLU TERUS-MENERUS BELAJAR MERENDAHKAN HATI AGAR TIDAK MERESPONS TEGURAN DENGAN SAKIT HATI.


Navigation

Change Language

Social Media