SAMA-SAMA SAMPAH

Baca: YOHANES 8:2-11


Bacaan tahunan: Bilangan 21-22

Penggubah tembang rohani I Can Only Imagine, Bart Millard, tumbuh dalam hubungan yang buruk dengan ayahnya, seorang pecandu alkohol yang kerap melakukan kekerasan padanya. Saat ia dewasa, sebagai vokalis dari grup musik rohani, ia menyaksikan bagaimana Tuhan bekerja dalam diri ayahnya yang sudah tua dan mengidap penyakit terminal. Pria itu menerima Yesus dan pelan-pelan diubahkan hati dan perilakunya. Bart melukiskan betapa-seperti kesukaannya waktu kecil menyusun permainan dari barang-barang rongsokan-Tuhan membangun kehidupan baru dari kehidupan ayahnya yang telah "rusak".

Di zaman Yesus, perempuan adalah warga masyarakat "kelas dua". Tak begitu dipandang. Apalagi jika ia melakukan perzinaan. Betul-betul hina dan jadi "sampah" yang layak dilenyapkan. Ketika ditantang untuk ikut merajamnya, Yesus hanya membungkuk dan menulis dengan jari di tanah (ay. 6, 8). Sebuah gestur yang melambangkan tindakan penciptaan Allah (Mzm. 8:4). Seolah Dia hendak menyiapkan tindakan berikut yang dilakukan-Nya, yaitu memberi kesempatan kedua kepada perempuan itu. Sebagai Dia yang setara dengan Sang Pencipta, Yesus sanggup "menulis ulang" sebuah kehidupan yang telah rusak. Menjadikannya ciptaan baru (2Kor. 5:17).

Sebenarnya, kehidupan siapakah yang tidak "rusak"? Siapa berhak menuding orang lain sebagai "sampah", padahal dirinya sendiri sama saja. Masing-masing kita berdosa, bercela, dan punya "kerusakan" tersendiri. Namun, syukurlah, Yesus itu baik! Setiap kita juga diberi kesempatan kedua. Jadi, mari kita pergunakan sebaik-baiknya dan tidak mengecewakan Dia yang telah memberikannya. --PAD/www.renunganharian.net


DARIPADA MENCARI-CARI KERUSAKAN PIHAK LAIN LEBIH BERGUNA MEMPERBAIKI KERUSAKAN SENDIRI.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media