BELAS KASIH TUHAN

Baca: Ratapan 5:1-22


Bacaan tahunan: Hakim-hakim 10-11

Pengkhianatan membawa luka. Hubungan suami istri yang dikhianati salah satu pihak, akan meninggalkan sakit hati atau luka yang mendalam bagi pihak lain. Pengkhianatan bisa melahirkan dendam. Dendam berpotensi pembalasan. Pendeknya pengkhianatan akan menimbulkan banyak masalah bahkan bisa menjadi malapetaka.

Demikian pula pengkhianatan umat Israel terhadap Tuhan. Tuhan murka terhadap pengkhianatan ini. Umat Israel dihukum Tuhan luar biasa dahsyat. Inilah penderitaan yang mereka alami karena dosa-dosa mereka. Kehilangan berkat-berkat yang dahulu diterima oleh nenek moyang mereka. Kehilangan tanah perjanjian, sehingga hilang juga kesejahteraan dan kemakmuran. Menjadi piatu, kehilangan relasi intim umat kepada Allah. Kehilangan kemerdekaan, kehilangan martabat sebagai manusia karena menjadi bulan-bulanan dari para musuh yang kejam dan keji. Oleh karena itu Peratap mengajak umat Tuhan untuk mengakui keberdosaan mereka, dan menyerahkan diri pada kasih dan kedaulatan-Nya untuk memulihkan mereka.

Ratapan memang ditutup dengan tanda tanya besar, yaitu adakah pengampunan dan pemulihan dari Allah untuk umat yang memang tidak layak diampuni dan diselamatkan. Kita tahu bahwa jawabannya ada di dalam Kristus Yesus. Oleh karena kasih setia dan belas kasih-Nya, Kristus telah datang untuk menanggung semua hukuman karena dosa. Kita yang percaya kepada-Nya, akan menerima pengampunan, dan mendapatkan pemulihan hidup. Jangan berkubang di dalam lumpur dosa, bertobatlah, mohon pengampunan dari Allah. --ENO/www.renunganharian.net


TIDAK ADA ORANG YANG DAPAT KEMBALI KE MASA LALU, TETAPI SETIAP ORANG DAPAT MEMULAI DAN MEMBUAT SUATU AKHIR YANG BARU.


Navigation

Change Language

Social Media