BERAWAL DARI PIKIRAN

Baca: DANIEL 1


Bacaan tahunan: 2 Raja-raja 16-17

Edwin C. Barnes hanya dipandang sebagai orang kecil. Penampilannya seperti seorang gelandangan. Derajatnya sangat jauh di bawah Thomas A. Edison. Ia tampak tidak layak untuk bekerja di perusahaan Thomas. Siapa sangka Edwin dapat menjadi mitra bisnis Thomas! Bagaimana hal itu terjadi? Semua itu bermula dari kekuatan pikiran.

Daniel, Hananya, Misael dan Azarya mendapat kesempatan hidup enak: menikmati makanan dan anggur raja. Namun Daniel berketetapan tidak menajiskan dirinya dengan semua itu. Mereka yakin tanpa menyantap makanan dan meminum anggur raja, mereka tetap sehat. Terbukti, mereka tampak lebih sehat dibanding dengan yang memakan santapan raja.

Daniel dan ketiga temannya begitu nekad mengambil risiko mempertaruhkan nyawa. Ya, begitulah adanya. Namun tindakan mereka bukan tanpa dasar. Mereka melakukannya karena ketetapan hati untuk menolak segala macam bentuk pelanggaran terhadap ketetapan Allah. Ini pun terjadi bukan karena Allah menciptakan mereka layaknya robot. Seandainya mau, mereka bisa mengabaikan ketetapan Allah dan menerima tawaran yang tampaknya menggiurkan itu. Tetapi mereka memilih untuk taat karena kekuatan keyakinan dalam pikiran mereka. Karena pikirannya dipenuhi dengan prinsip kebenaran Allah maka mereka bertindak demikian.

Seorang yang tidak memiliki modal apa pun bisa menjadi sukses jika memiliki pikiran yang kuat untuk sukses. Bukan hanya kesuksesan dalam hal pekerjaan, keluarga dan keuangan. Dalam kehidupan rohani pun kita harus mengawalinya dari pikiran kita! --EBL/www.renunganharian.net


YANG MEMBEDAKAN ORANG-ORANG BERHASIL DENGAN ORANG-ORANG GAGAL DALAM MENCAPAI KESUKSESAN ADALAH PIKIRAN.


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media