BERBEDA NAMUN BERSATU

Baca: Kisah Para Rasul 13:1-3


Bacaan tahunan: Bilangan 26-27

Penganiayaan terhadap orang Kristen mula-mula membuat mereka tersebar ke berbagai tempat. Menariknya, mereka tetap bersaksi. Di Antiokhia, orang-orang percaya asal Siprus dan Kirene memberitakan Injil, sehingga sejumlah besar orang menjadi percaya (Kis. 11:20-21). Jemaat Antiokhia ini memiliki latar belakang yang sangat beragam. Ini terlihat dari beberapa nabi dan pengajar mereka, yakni: Barnabas, seorang Lewi dermawan dari Siprus (Kis. 4:36); Simeon yang bergelar Niger asal Afrika; Lukius orang Kirene; Menahem, yang dibesarkan bersama Raja Herodes; dan Saulus, seorang Yahudi yang dulunya adalah penganiaya jemaat. Mungkin keragaman yang dimiliki jemaat inilah yang membuat mereka lebih siap untuk melakukan penginjilan kepada bangsa-bangsa lain sehingga Tuhan mengutus Barnabas dan Saulus untuk tugas itu.

Gereja merupakan perkumpulan orang-orang yang telah dipanggil keluar dari kegelapan dunia dan masuk ke dalam terang Kristus. Mereka berasal dari berbagai suku bangsa, ras dan latar belakang ekonomi dan status sosial yang berbeda. Perbedaan ini seharusnya bukan menjadi sumber konflik, karena penebusan Kristuslah yang menjadi identitas utama yang menyatukan semua orang percaya (bdk. Kol. 3:11). Pengalaman yang demikian akan memudahkan kita menyaksikan Kristus kepada orang-orang yang berbeda dengan kita.

Jemaat Antiokhia telah mewariskan teladan yang baik bagi kita. Kiranya kita pun-sebagai anggota jemaat-dapat mewariskan teladan serupa kepada generasi selanjutnya. --HT/www.renunganharian.net


TAK PERLU MENJADI SERAGAM UNTUK MENJADI PENGIKUT KRISTUS, KARENA KEBERAGAMAN JUSTRU MENJADI KEKUATAN UNTUK BERSAKSI.


Navigation

Change Language

Social Media