IKUT MENANGGUNG BEBAN

Baca: Galatia 6:1-5


Bacaan tahunan: Bilangan 28-29

Suatu hari, saya mendengar berita negatif tentang orang yang saya kenal. Tak sampai 24 jam berselang, berita negatif tersebut langsung menyebar, sehingga lebih banyak orang tahu. Terkadang dalam situasi begitu saya sempat tergoda untuk menambah keseruan informasi itu. Namun, suatu ketika saya disadarkan oleh dorongan kecil dalam hati saya, yang saya yakin adalah tuntunan Roh Kudus: "Daripada menggunjingkan dan bergosip, lebih baik doakan!"

Pernahkah kita berpikir bahwa energi yang sama untuk menyebarkan berita negatif, akan jauh lebih berguna jika kita pakai untuk berdoa? Jika pergunjingan itu mengarah pada karakter buruk seseorang, atau masalah yang sedang dialami, bukankah lebih baik kita mendoakan daripada menggunjingkan? Dijamin, saat kita melakukan, hanya kita dan Tuhan yang tahu. Orang yang bersangkutan juga tidak dirugikan atau merasa dicemarkan nama baiknya. Itulah pemahaman yang saya peroleh saat membaca nasihat firman: "Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu!" Tak ada ruang sama sekali untuk menyebarkan gosip, berita miring, atau menggunjingkan masalah atau beban hidup sesama kita!

Bagaimana selama ini kita merespons informasi negatif atau kabar yang belum tentu benar mengenai orang lain? Pernahkah kita merespons dengan mendoakan orang yang mengalami masalah itu? Percayalah bahwa tak ada perkara yang sia-sia saat dibawa dalam doa. Mendoakan berarti kita "mengundang" Tuhan untuk ikut campur tangan. Jika Ia sudah campur tangan, tak ada masalah yang tak sanggup dituntaskan-Nya! --GHJ/www.renunganharian.net


KESEDIAAN BEREMPATI DAN SALING MENANGGUNG BEBAN ADALAH BUKTI KEHIDUPAN DALAM KASIH.


Navigation

Change Language

Social Media