BUKAN SIAPA-SIAPA

Baca: 1 KORINTUS 1:18-31


Bacaan tahunan: 1 Korintus 14-16

Seorang teman ketika berkenalan selalu mengatakan bahwa dia bukanlah siapa-siapa. Ungkapan demikian dapat memberi kesan kerendahan hati. Namun mungkin juga dengan mengatakan demikian, dia berharap dirinya tidak dibebankan tanggung jawab yang besar. Atau ungkapan itu dapat berarti memaklumi diri yang tidak dikenal dan kurang memiliki kemampuan. Apa pun latar belakangnya, pada dasarnya sebagian besar kita memang bukanlah siapa-siapa.

Rasul Paulus mengingatkan, kebanyakan dari kita bukanlah orang yang bijak, berpengaruh, atau terpandang. Bila daftar ini diteruskan, dapat kita katakan bahwa diri kita memang tidak spektakuler, tidak kaya raya, tidak punya jabatan penting, semuanya biasa-biasa saja. Namun tidakkah dengan mengingat ini semua, perasaan kita tambah terpuruk? Kita mungkin bahkan tidak bersemangat lagi melayani Tuhan? Sama sekali tidak demikian halnya bila kita menjawab panggilan Tuhan dengan memusatkan perhatian pada-Nya.

Godaan yang kita hadapi adalah pandangan orang lain terhadap diri kita. Kita pun seolah dituntut menjadi diri yang bukan sebenarnya. Lalu kita berlagak kaya, sok terkenal, dan punya pengaruh. Di zaman Rasul Paulus, mereka ditantang dapat berbicara seperti filsuf atau melakukan tanda ajaib (ay. 22-23). Itu sebabnya, Paulus mengingatkan bahwa pemberitaan salib memang tidak meyakinkan bagi dunia ini. Namun kita harus terus meyakinkan orang dengan hikmat Allah. Tidak perlu kita rendah diri. Sebaliknya, jangan pula menyombongkan diri ketika memberitakan keutamaan Kristus. --HEM/www.renunganharian.net


KITA YANG TIDAK BERARTI DIPILIH ALLAH UNTUK MEMBERITAKAN KEMULIAAN-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media