PERISAI JIWA

Baca: MAZMUR 18


Bacaan tahunan: 1 Korintus 10-13

Doa merupakan sumber kekuatan dan ketenangan bagi John Bunyan, seorang pendeta dan teolog kenamaan, selama mendekam di balik jeruji besi. Ia menjadi perisai bagi jiwa Bunyan, sehingga memampukan dirinya untuk menanggung beban psikologis ketika menjalani penderitaan sebagai konsekuensi dari panggilan pelayanannya. Kemampuan inilah yang menandai cara kerja doa dalam memberikan perlindungan terhadap diri Bunyan.

Perlindungan yang bekerja melalui doa sesungguhnya tidak pernah dapat dilepaskan dari kehadiran Tuhan yang menjadi perisai bagi setiap jiwa yang berlindung pada-Nya (ay. 31). Perlindungan semacam inilah yang membuat Raja Daud senantiasa berseru kepada Tuhan dalam doanya di setiap kesesakan yang pernah singgah di hidupnya (ay. 7). Seruan yang diperdengarkan di hadapan-Nya, ia yakini sanggup menyelamatkan hidupnya (ay. 4).

Sikap yang ditunjukkan oleh Raja Daud pada dasarnya memperlihatkan arti kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Pengalaman dirinya menerima pertolongan Tuhan telah menjadikan Dia sebagai sumber kekuatan (ay. 2-3) yang dapat dijadikan sandaran hidupnya (ay. 19). Kehadiran-Nya mampu memberikan ketenangan tatkala harus menghadapi situasi pelik yang diciptakan oleh orang-orang yang tidak menyukai keberadaan dirinya.

Kuasa doa tidak pernah dapat dipisahkan dari kehidupan setiap orang percaya. Kedahsyatan doa bekerja melampaui segala akal lantaran sanggup menjadi perisai bagi jiwa. Kedahsyatan inilah yang menghadirkan Tuhan dalam dirinya, sehingga ia mampu menikmati ketenangan di tengah badai yang menerpa kehidupannya. --EML/www.renunganharian.net


DOA MENJADI PERISAI JIWA BAGI SETIAP ORANG YANG BERSANDAR KEPADA-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media