BUKU CATATAN DOA

Baca: 2 RAJA-RAJA 19:8–19


Bacaan tahunan: Keluaran 20–22

Dalam sebuah kelompok pemuridan, saya diajar memiliki buku catatan doa. Buku catatan ini saya bagi dalam dua kolom. Sebelah kiri kolom berisi daftar segala doa saya, dan sebelah kanan kolom saya isi dengan tanda centang dan tanggal di mana doa saya sudah dijawab oleh Tuhan. Bertahun-tahun mempraktikkannya, saya banyak melihat karya Tuhan dinyatakan. Melalui buku catatan doa, saya belajar untuk mengandalkan Tuhan dan berpetualang bersama-Nya dalam segala musim kehidupan.

Menuangkan isi hati melalui doa pun dilakukan oleh Hizkia. Ancaman raja Asyur untuk menghancurkan Yerusalem secara manusia memang dapat menggentarkan hatinya dan rakyatnya saat itu. Menyikapi hal tersebut, Hizkia sebagai seorang raja tidak langsung emosional dan menyerang balik melainkan ia membawa surat ancaman yang disampaikan padanya dan membentangkannya di hadapan Tuhan (ay. 14). Dalam doa, Hizkia berseru meminta pertolongan agar Allah berpihak pada Yerusalem dan menyelamatkan mereka. Maksud Hizkia, jika Tuhan bertindak, segala kerajaan di bumi tahu, bahwa Allah yang Yerusalem sembah adalah Allah yang hidup (ay. 19) sehingga kerajaan lain yang mengaibkan Allah menjadi sadar dan bertobat.

Saudara, dalam hidup ini ada banyak situasi yang tidak menentu. Kita belajar seperti Hizkia, ia tidak dipengaruhi oleh emosi, tetapi ia mau mengambil tindakan untuk mendoakannya pada Tuhan karena ia tahu bahwa sumber segala sesuatu datangnya dari Allah saja. Kita dapat membentangkan masalah kita melalui doa dan memercayai tuntunan Allah hari demi hari dalam menolong dan menenangkan hati kita.
-YDS/www.renunganharian.net


BERDOA MEMBUAT KITA TENANG, OBYEKTIF MELIHAT PERMASALAHAN DAN MEMBUAT KITA RENDAH HATI DALAM BERESPONS BENAR


Navigation

Change Language

Social Media