DAHULU VS SEKARANG

Baca: Efesus 2:11-22


Bacaan tahunan: Mazmur 31-35

Dalam sebuah reuni hampir semua yang hadir merasa heran dengan perubahan yang terjadi pada seorang teman. Dulu, ia dikenal sebagai murid yang sangat egois, bandel dan temperamental. Kini, ia datang dengan pembawaan yang sangat kalem, bahkan memberi ide menggalang dana untuk membantu daerah yang mengalami kekeringan. Ia memberikan donasi yang tak sedikit dan ikut terjun ke lokasi.

Sebelum mengenal Kristus, manusia tidak memiliki pengharapan. Hidup egois, dikendalikan oleh nafsu duniawi bahkan menolak ajaran kebenaran Tuhan. Namun kondisi dapat berbalik setelah mereka ada di dalam Kristus. Pengorbanan Kristus menjadikan manusia beroleh status baru sebagai anggota keluarga Allah. Orang percaya akan dibangun menjadi bait Allah yang hidup dan menjadi kediaman Allah di dalam Roh. Roh Kudus membuka mata hati sehingga umat boleh memahami bahwa tujuan hidupnya adalah memuliakan Dia. Memiliki kasih terhadap saudara seiman dan hidup bersama dalam persekutuan yang indah serta saling membangun sebagai sesama anggota keluarga Allah.

Malangnya, kadang orang enggan meninggalkan tabiat dosa sekalipun mereka mengklaim diri sebagai orang percaya. Mereka merasa layak disebut sebagai bagian keluarga Allah karena sudah mengaku dengan bibir sebagai orang percaya. Padahal, karya Roh Kudus harus ditanggapi dengan sikap proaktif dalam tindakan nyata supaya hidup kita mengalami pembaruan. Bagaimana mungkin kita layak disebut sebagai bait Allah yang hidup jika sikap hidup kita tidak mencerminkan citra Allah? --EBL/www.renunganharian.net


MENJADI BAIT ALLAH BUKAN SEKADAR PENGAKUAN DI BIBIR MELAINKAN AKSI NYATA MENINGGALKAN TABIAT DOSA MENUJU HIDUP YANG BERKENAN KEPADA BAPA.


Navigation

Change Language

Social Media