DITINGGIKAN TUHAN

Baca: Mazmur 113


Bacaan tahunan: Matius 23-24

Seorang sopir pribadi diangkat menjadi manajer di sebuah perusahaan. Tidak berhenti sampai di situ, ia pun diambil menantu oleh sang pemilik perusahaan. Bagaimana reaksi orang mendengar kabar ini? Besar kemungkinan mereka tidak akan memercayainya, dan menganggap bahwa ini hanya ada di dalam sinetron belaka.

Dalam kisah Alkitab, ada banyak orang yang mungkin dipandang remeh namun dipilih Allah untuk melakukan pelayanan besar. Ambil saja contoh Gideon. Ia dipanggil sewaktu sedang mengirik gandum. Saul dipanggil saat sedang mencari keledai-keledai betina ayahnya yang hilang. Daud dipanggil saat sedang menggembalakan domba. Para rasul dipanggil saat mereka sedang menjala ikan.

Bukan tidak mungkin orang-orang yang dipandang bodoh dan lemah bagi dunia dipilih dan dipakai Allah untuk melakukan perkara besar. Allah sanggup mengangkat mereka yang dianggap tidak memiliki keahlian untuk kemudian menempatkan mereka di tempat yang paling terhormat. Inilah cara yang kadang dipakai Allah untuk mengagungkan hikmat, kuasa dan kedaulatan-Nya. Dengan cara demikian pula Allah mempermalukan orang yang mengagungkan hikmat dan kekuatan dunia. Melalui orang-orang lemah yang dipakai-Nya untuk melakukan perkara besar Allah ingin menunjukkan bahwa Dia memiliki kuasa yang memungkinkan hal yang mustahil terjadi. Selain itu, cara ini juga dipakai Allah untuk memberi upah atas kesalehan umat-Nya: umat yang memiliki kesadaran diri atas ketidakberdayaan dan kerendahannya serta tetap bersabar dalam menanggung beban itu. --EBL/www.renunganharian.net


YANG MERASA DIRI RENDAH DAN TAK BERDAYA DIPANDANG DAN DIMULIAKAN TUHAN, BUKAN YANG MERASA KAYA, MULIA DAN TERPANDANG.


Navigation

Change Language

Social Media