TEPUKAN DI BAHU

Baca: 1 Samuel 20:1-42


Bacaan tahunan: Matius 25-26

Suatu ketika, dalam pergumulan karena masalah keluarga, sempat ada keletihan yang saya rasakan karena masalah itu begitu menyita energi. Namun, adanya dukungan dari orang-orang sekitar membuat saya menjadi lebih kuat dan tegar. Salah satunya ketika seorang teman memberi sedikit tepukan di bahu disertai perkataan yang menguatkan. Terlihat sederhana tetapi sangat bermakna dan sungguh menguatkan saya. Seperti ada energi baru, yang sukses mengobarkan kembali semangat saya, sehingga bisa melalui pergumulan itu dengan baik.

Berbicara soal dukungan dalam masa pergumulan, Yonatan mengerti bahwa Daud hari itu sedang membutuhkan dukungan ketika ia harus lari dari kejaran Raja Saul. Sebagai seorang sahabat, Yonatan bahkan siap merisikokan dirinya, dengan memihak kepada Daud yang saat itu seperti menjadi musuh Saul. Ia pun mengikat perjanjian dengan Daud, supaya anak Isai itu jangan sampai kena celaka akibat perbuatan Saul (ay. 4, 12-17) karena Yonatan mengasihi Daud. Mungkin tanpa dukungan seorang sahabat, iman dan keteguhan hati seorang Daud tidak akan sekuat seperti yang tertulis di dalam Alkitab.

Ada masanya dalam menjalani relasi dengan sesama, kita dapat berperan seperti Yonatan saat mendukung Daud. Bentuk dukungan yang kita berikan tak selalu berupa uang atau barang, tetapi cukup dengan tepukan di bahu, pelukan, doa bersama, menjenguk di rumah sakit, atau hal-hal sederhana lain yang akan terasa sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan dukungan. Maukah kita melakukannya? --GHJ/www.renunganharian.net


BAGI ORANG YANG MEMBUTUHKAN, DUKUNGAN SEKECIL APA PUN AKAN TERASA SANGAT BERARTI.


Navigation

Change Language

Social Media