DOA DAN KEPUTUSAN PENTING

Baca: Lukas 6:12-16


Bacaan tahunan: Kisah Para Rasul 20-22

Sebuah gereja di Amerika Serikat yang didominasi oleh warga berkulit hitam, mengangkat pendeta baru, seorang kulit putih bernama Jack Teeler. Pria ini akan menggantikan pendeta Robert Rogers yang meninggal beberapa bulan sebelumnya. Menariknya, pengangkatan ini dilakukan dengan alasan karena Tuhan "meletakkan" nama Jack Teeler dalam hati mereka saat berdoa, sejak kematian pendeta sebelumnya. Keputusan yang didukung oleh para jemaat yang merasa cocok dan merasakan ikatan kuat dalam hati mereka terhadap pendeta Jack.

Membuat keputusan penting terkait pemimpin jemaat sebenarnya bukanlah hal yang aneh. Justru itulah yang diajarkan oleh Alkitab, juga diteladankan langsung oleh Tuhan Yesus sendiri sebelum memilih dua belas orang yang akan menjadi para murid-Nya. Yesus tentu memahami bahwa pemilihan ini tak bisa sembarangan dilakukan, karena kelak mereka akan meneruskan pelayanan-Nya di dunia, setelah Yesus naik ke surga. Apa yang dilakukan Yesus? Ia berdoa semalam suntuk di atas bukit, lalu memilih para murid keesokan harinya.

Kehidupan Kristen seharusnya memang tak boleh dilepaskan dari doa. Terlebih jika kita hendak membuat keputusan penting, yang dapat berdampak besar bagi kehidupan pribadi, keluarga, lembaga pelayanan, atau gereja lokal di mana kita melayani. Tindakan gereja dalam ilustrasi di atas sudah sangat tepat, karena mereka memerlukan pimpinan Tuhan untuk memilih pemimpin gereja yang baru. Tuntunan yang sama kita perlukan dalam setiap keputusan yang akan kita buat, supaya kita jangan salah langkah. --GHJ/www.renunganharian.net


BERDOA SEBELUM MEMBUAT KEPUTUSAN PENTING ADALAH TANDA BAHWA KITA MELIBATKAN TUHAN.


Navigation

Change Language

Social Media