IMAN YANG MEMINDAHKAN GUNUNG

Baca: MARKUS 11:20-26


Bacaan tahunan: Ezra 3-5

Joanie Yoder, seorang penulis buku rohani asal Inggris yang pernah tinggal di Swiss pernah berharap agar Tuhan bersedia memindahkan Pegunungan Alpen ke belakang rumahnya, karena mengagumi keindahannya. Namun, ia lantas menyadari bahwa Allah melakukan hal yang lebih berarti dalam hidupnya. "Allah telah memindahkan 'gunung' kekhawatiran, ketakutan, dan kepahitan dari hati saya serta memusnahkannya dengan iman saya!" ucapnya dalam bersaksi.

Gunung dengan segala pesona dan keindahan alam di sekitarnya memang dapat menenteramkan hati dan menyegarkan jiwa. Namun, tingginya "gunung masalah" memiliki efek yang bertolak belakang. Masalah dan pergumulan hidup dapat mendatangkan kekhawatiran, ketakutan, kepahitan, tawar hati, hingga keputusasaan bagi orang yang tidak tahu cara menghadapinya, atau bagi yang mengandalkan kekuatan manusia. Namun, jika seorang percaya mengerti cara menghadapi "gunung masalah" dengan prinsip iman yang Yesus ajarkan, niscaya pengalaman "iman memindahkan gunung" dapat kita alami, karena campur tangan Allah dalam hidup kita.

Jadi, mari belajar untuk bertumbuh dalam iman, juga dalam kecakapan kita untuk menepis kebimbangan atau keraguan setiap kali kita berdoa akan suatu perkara. Yakinlah bahwa doa-doa kita memiliki kuasa, karena iman kita bekerja di dalamnya serta bertemu dengan kuasa dan kehendak Allah. Niscaya kita akan melihat betapa indahnya kehidupan kita, karena tangan Allah yang berkuasa secara nyata memindahkan, bahkan memusnahkan setiap "gunung masalah" dalam kehidupan kita. --GHJ/www.renunganharian.net


BAGI ALLAH, TAK ADA "GUNUNG MASALAH" YANG TIDAK MAMPU DIPINDAHKAN-NYA DARI KEHIDUPAN KITA.


Navigation

Change Language

Social Media