JALAN MENUJU POPULARITAS

Baca: FILIPI 1:12-26


Bacaan tahunan: 1 Raja-raja 19-20

YouTube, TikTok, Instagram sedemikian populer saat ini. Media sosial menjadi sarana yang melambungkan nama beberapa orang dan membuat mereka termasyhur. Beberapa lainnya berusaha keras meraih popularitas dengan membuat konten yang tidak biasa. Namun akibat konten yang menyalahi etika dan melukai hati masyarakat, beberapa orang justru memperoleh hukuman sosial, bahkan ada yang terjerat sanksi hukum. Menjadi terkenal merupakan dambaan banyak orang. Meskipun demikian, hal itu bukanlah tujuan hidup yang Tuhan inginkan.

Cara hidup Paulus menjadi teladan. Ia tidak pernah berusaha mencari pujian manusia (1Tes. 2:6). Kalaupun Paulus berusaha menyenangkan semua orang, hal itu ia lakukan agar banyak orang beroleh keselamatan (1Kor. 10:33). Dengan latar belakangnya sebagai Farisi dan mantan murid Gamaliel, ahli Taurat terkemuka yang sangat dihormati, Paulus sebenarnya mudah meraih popularitas. Apalagi ia memiliki keistimewaan secara keturunan dan memegang ketat tradisi Yahudi sejak bayi (Flp. 3:5-6). Namun Paulus justru menempuh jalan penderitaan. Kecintaan dan ketaatannya kepada Kristus membuat dirinya dipenjara. Melalui perjalanan dari penjara ke penjara, Paulus dikenal karena naik banding kepada Kaisar. Di setiap kesempatan, Paulus memperkenalkan Injil.

Tidak perlu mengejar popularitas diri. Sebaliknya, Tuhan menghendaki kita memperkenalkan Kristus. Kalau kita jadi terkenal, maka itu adalah bonus. Namun kita juga perlu menyiapkan diri bila ternyata kita justru menderita karena Injil. --HEM/www.renunganharian.net


YANG TUHAN KEHENDAKI DARI KITA ADALAH MEMPERKENALKAN DIRI-NYA, BUKAN MENJADIKAN DIRI KITA TERKENAL DENGAN MENGGUNAKAN CARA DUNIA.


Navigation

Change Language

Social Media