MENYUARAKAN KEBENARAN

Baca: 1 RAJA-RAJA 22:1-23


Bacaan tahunan: 1 Raja-raja 16-18

Umumnya, kita menyukai kata-kata pujian, serta ucapan yang membesarkan hati dan mengobarkan semangat. Juga saat orang-orang menunjukkan dukungan terhadap gagasan dan rencana kita. Sebaliknya, banyak orang tidak menyukai kritikan atau penentangan. Dan sering kali, saat seseorang menyampaikan ide yang bertolak belakang dengan kita, kita mungkin berpikir bahwa ia membenci kita secara pribadi.

Begitulah penilaian Ahab terhadap Mikha. Saat itu, Yosafat, raja Yehuda mengajak Ahab, raja Israel untuk berperang melawan bangsa Aram. Namun sebelumnya, Yosafat meminta Ahab menanyakan petunjuk Tuhan melalui nabi-nabinya. Sekitar 400 nabi itu mendukung rencana itu dengan janji kemenangan dari Tuhan. Namun ada satu nabi lainnya, yakni Mikha, yang menubuatkan hal berbeda. Ia mengatakan bahwa mereka akan kalah dan sebaiknya membatalkannya.

Ahab membenci Mikha sebab ia tidak pernah menubuatkan yang baik tentangnya (ay. 18). Padahal Mikha hanya bersikap jujur dengan menyampaikan kebenaran dari Tuhan (ay. 14). Sikap ini berbeda dengan para nabi palsu Ahab, yang ramalannya disesuaikan dengan keinginan manusia (ay. 13). Mengikuti ramalan nabi-nabi palsu itu, akhirnya Ahab terbunuh dalam perang itu.

Saat kebenaran terdengar berbeda dengan yang kita pikirkan, bahkan menyakitkan bagi kita, kiranya kita tetap menerimanya dengan rela. Dan seperti Mikha, kiranya kita setia menyuarakan kebenaran, walaupun karenanya kita mungkin dibenci orang lain. Mari terus menyampaikan kebenaran dengan kasih Tuhan. --HT/www.renunganharian.net


SEKALIPUN TERKADANG MENYAKITKAN, NAMUN HENDAKNYA KITA RELA UNTUK MENERIMA SERTA MENYUARAKAN KEBENARAN.


Navigation

Change Language

Social Media