KEKANAK-KANAKAN

Baca: Matius 18:1-5


Bacaan tahunan: Kidung Agung 5-8

Ditanya mengenai pendapat setelah menyaksikan film fantasi petualangan "Dumbo", beberapa teman mengatakan: "Ya... bagus untuk anak-anak." Dan ketika kami menyaksikannya, bukan hanya anak kami yang terharu. Saya dan suami sempat menitikkan air mata menyaksikan film itu. Kami merasa terinspirasi. Kisah gajah kecil itu mengingatkan kami arti penting keluarga, semangat mengejar impian, juga kepedulian terhadap lingkungan supaya tidak mengeksploitasi binatang untuk mencari keuntungan diri.

Semakin bertambah umur kadang orang merasa gengsi jika harus belajar dari anak-anak dan dunianya. Bukankah dunia anak hanya sebuah fase yang telah berlalu dari hidup kita? Masih menikmati segala sesuatu yang berbau anak-anak hanya akan membuat kita kekanak-kanakan! Padahal, manusia yang semakin bertumbuh mestinya menjadi semakin dewasa. Karena itu dunia anak layak untuk ditinggalkan dan dilupakan.

Namun demikian ketika para murid bertanya kepada Yesus tentang siapa yang terbesar dalam Kerajaan Surga, Yesus menjawab bahwa yang terbesar dalam Kerajaan Surga adalah mereka yang mau bertobat dan menjadi seperti anak kecil! Polos, cinta damai, menjalani hidup tanpa beban sekaligus berserah kepada Tuhan, tidak memiliki niat jahat, taat, patuh, rendah hati dan tidak mencari pujian maupun kekuasaan. Seperti anak kecil yang membuka diri untuk dididik, demikian pula kita semestinya di hadapan Tuhan: membuka diri untuk selalu dibentuk oleh-Nya. Karena berapapun usia kita, bukankah di hadapan Tuhan kita tidak sempurna? --EBL/www.renunganharian.net


ANAK-ANAK BAPA SENANTIASA TAAT DAN PATUH MENERIMA DIDIKAN-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media