KELAHIRAN DAN KEMATIAN

Baca: PENGKHOTBAH 3:1-15


Bacaan tahunan: Nehemia 11-12

Seorang teman mengalami sukacita dan dukacita dalam waktu nyaris bersamaan. Tak lama setelah kelahiran anak keduanya, sang istri yang saat melahirkan dalam kondisi sakit, meninggal dunia. Pecahlah tangisan dari sang suami dengan peristiwa tersebut, yang rasanya tak pernah terlintas dalam benaknya akan terjadi. Namun, kehidupan harus terus berjalan meskipun Tuhan izinkan tragedi ini dialami olehnya. Selain harus menguatkan diri sendiri, semangat hidupnya juga sangat diperlukan oleh kedua putranya yang kini harus dibesarkannya seorang diri.

Pengkhotbah memang berkata bahwa ada masa untuk segala sesuatu yang ada di bawah langit, termasuk untuk urusan kelahiran dan kematian. Namun, tak disebutkan kapan peristiwa yang disebutkan berurutan tersebut akan datang. Ada jarak kelahiran yang cukup dekat dengan kematian, misalkan seorang bayi yang belum lama lahir tetapi lantas meninggal karena suatu penyakit. Begitu pula peristiwa kelahiran dan kematian yang melibatkan orang yang berbeda, juga bisa terjadi dalam rentang waktu yang sangat dekat. Sama sekali tidak ada yang dapat menduga, apalagi memastikannya.

Namun, sebagai orang percaya kita diajarkan untuk meyakini bahwa segala sesuatu yang Allah kerjakan indah pada waktunya, sekalipun sering kali manusia tidak dapat memahami pekerjaan yang Allah lakukan (ay. 11). Tak ada kewajiban juga bagi Allah untuk memberikan alasan dari setiap peristiwa yang diizinkan-Nya terjadi, tetapi Dia menghendaki agar kita tetap mengiring Dia sampai akhir hayat. --GHJ/www.renunganharian.net


KEHENDAK TUHAN TETAPLAH YANG TERBAIK BAGI KITA, SEKALIPUN TERKADANG KITA TAK DAPAT MEMAHAMINYA.


Navigation

Change Language

Social Media