KEMURAHAN YANG DITUNJUKKAN

Baca: YOHANES 8:1–11


Bacaan tahunan: Kisah Para Rasul 17–19

"Pah, maaf mobil barunya baru saja menabrak tembok dinding pembatas," kata anak saya sepulang mengantar istri saya ke mal. Ia tampak ketakutan menyampaikan berita buruk itu. "Mobil dibawa saja ke bengkel dan klaim asuransi, lain kali lebih berhati-hati ya waktu parkir mobil," kata saya. "Kan sayang mobil baru sudah penyok?" sambung anak saya. "Mana yang harus Papa sayangi, mobil atau penumpang dalam mobil?" kata saya. Saya langsung melihat raut muka anak saya berubah dari takut menjadi tenang, tidak cemas atau takut lagi.

Yesus tidak sedang mengizinkan perbuatan dosa yang diperbuat wanita pada ayat di atas. Yesus sedang mendemonstrasikan kasih dan penerimaan atas orang berdosa. Tidak ada seorang pun yang memiliki kuasa pembenaran yang lebih besar untuk membunuhnya karena dosanya daripada yang dikerjakan Yesus. Yesus lebih mementingkan pertobatan dan keselamatan daripada hukuman atau kematian orang berdosa. Hukuman tidak membawa perubahan dan keselamatan bagi wanita itu. Pertobatan justru membawa kepada perubahan hidupnya seperti yang diminta Yesus.

Cara terbaik bersaksi di dunia yang mudah menghakimi, egois dan tiada pengampunan adalah menunjukkan kemurahan hati kita kepada orang lain. Mulailah mendengarkan dan memperhatikan kebutuhan orang lain dan jangan terganggu oleh dosanya. Kita sering membicarakan, terganggu oleh dosa dan kelemahan orang lain daripada menolong kebutuhan mereka, sampai akhirnya kita hanya menunda, membatalkan menolong mereka.
-AWS/www.renunganharian.net


MERASA LEBIH BAIK DARI ORANG LAIN ADALAH RACUN YANG MEMATIKAN BAGI KEMURAHAN HATI


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media