Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: IBRANI 10:19-25
Bacaan tahunan: Kejadian 19-21
Pada zaman jemaat mula-mula, menjadi pengikut Kristus bukan sekadar soal kepercayaan, tetapi juga keberanian. Sebab, tekanan dari komunitas Yahudi dan intimidasi dari pemerintahan Romawi selalu membayangi kehidupan sesehari. Dalam situasi seperti itu, sebagian orang Kristen memilih menjauhi komunitas. Mereka memilih menyendiri agar mendapatkan kekuatan rohani. Namun, penulis surat Ibrani mengingatkan bahwa justru dalam persekutuanlah kekuatan rohani ditemukan.
Ibrani 10 mengajarkan bahwa iman Kristen bukan pengalaman individual semata. Iman yang sejati tumbuh dalam kebersamaan, dalam relasi yang saling membangun. Kita dipanggil untuk "saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam perbuatan baik" (ay. 24). Persekutuan bukan hanya soal rutinitas ibadah, tetapi ranah di mana kasih diteguhkan, pengharapan dipulihkan, dan iman disegarkan.
Di era digital yang kian sibuk, banyak orang merasa cukup dengan ibadah daring atau devosi pribadi. Namun, kita diingatkan oleh bacaan hari ini untuk tidak meninggalkan "pertemuan-pertemuan ibadah". Kehadiran secara fisik, jiwa, maupun hati dalam pertemuan tersebut menunjukkan komitmen kita untuk bertumbuh bersama.
Pertemuan-pertemuan ibadah bukanlah beban, melainkan anugerah. Di situlah Tuhan bekerja melalui sesama. Ketika bersedia hadir, kita bukan hanya diberkati, tetapi juga menjadi berkat. Mari kita setia menghadiri "pertemuan-pertemuan ibadah". Di situlah kita semua akan bertumbuh bersama dalam iman.
-SAP/www.renunganharian.net
MEREKA YANG MENJADI MILIK KRISTUS ADALAH DOMBA YANG SUKA BERKUMPUL BERSAMA.-Charles H. Spurgeon
Please sign-in/login using: