MEMIHAK DENGAN TEPAT

Baca: KELUARAN 23:1-3


Bacaan tahunan: Daniel 7-9

Kita mungkin pernah mendengar ada jargon yang berkata, "Hukum biasanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas." Jargon tersebut muncul sekaligus menjadi sindiran karena sering kali, perlakuan penegak hukum cenderung lunak kepada orang kaya dan pejabat, tetapi cenderung keras dan kejam kepada orang biasa atau rakyat kecil. Hukum dan peraturan seharusnya ditegakkan secara adil dan merata. Tak peduli orang biasa maupun pejabat, orang kaya maupun orang miskin, seharusnya mendapat perlakuan hukum yang sama.

Ada yang menarik ketika Alkitab menuliskan, "Janganlah memihak kepada orang miskin dalam perkaranya." Kebenaran firman ini menegaskan bahwa keadilan berlaku bagi semua orang. Orang yang kekurangan secara ekonomi bukan berarti bebas melakukan apa pun, termasuk berbuat jahat atau melanggar hukum. Tindakan membela perkara orang miskin, apalagi ketika memang orang tersebut salah, jelas merupakan tindakan yang keliru. Itulah sebabnya, ketika ada orang miskin harus menghadapi pengadilan, jangan berusaha membebaskan orang tersebut dari konsekuensi atas perbuatannya, oleh karena dia miskin. Jika harus memihak, berpihaklah dan belalah orang yang kita yakini sedang berbuat benar.

Setiap orang perlu belajar untuk menaati hukum yang berlaku, juga bersikap adil terhadap orang yang bersalah. Tindakan mendisiplin dan memberi sanksi bukanlah tanda ketiadaan kasih, melainkan wujud nyata dari kasih yang sejati. Sudahkah kita menyatakan kasih dengan cara yang tepat, terutama ketika ada yang melakukan kesalahan? --GHJ/www.renunganharian.net


KEBENARAN SEJATI HANYA AKAN MEMIHAK KEPADA ORANG YANG HIDUP BENAR, BUKAN ORANG KAYA ATAU MISKIN.


Navigation

Change Language

Social Media